Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Masih Lesu
Dream - Indeks syariah mendekam lemah sepanjang perdagangan Selasa, 20 Desember 2016. Sentimen negatif dari bursa global dan regional memaksa investor memilih menghindar dari lantai bursa.
Tekanan jual pada saham-saham keping biru membuat indeks saham tak bisa terangkat sedikitpun ke zona hijau. Kondisi semakin berat setelah asing juga melakukan aksi jual pada saham bluechips syariah dengan nett sell hingga Rp 461 miliar.
Sebaliknya, asing justru mencetak nett buy pada saham-saham lapis dua syariah dengan mencetak nilai Rp 369 miliar.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melorot 1,802 poin (01,06%) ke level 167,437.
Begitu pula dengan indeks acuan saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang turun lebih dalam hingga 9,391 poin (1,38%) ke level 670.011.
Aksi lepas investor membuat 132 penghuni indeks saham syariah mendekam di zona hijau. Namun masih ada 64 saham syariah yang masih bisa bergerak menguat.
Tercatat hHanya satu indes sektoral yang berkinerja positif. Emiten sektor keuangan mencetak kenaikan indeks tipis sebesar 0,09 persen. Sisanya, bergerak tiarap dipimpin sektor infrastruktur yang anjlok 1,25 persen dan sektor pertanian 1,05 persen.
Di daftar saham bluechips syariah pencetak kenaikan harga tertinggi hanya ada tiga emiten, yaitu BSDE yang naik Rp20, ADRO Rp5, dan KLBF Rp5.
Sebagian besar penghuni indeks JII justu dilanda tekanan jual dengan top looser dihuni oleh LPPF yang turun Rp475, UNTR Rp400, AALI Rp200, AKRA Rop200, PTBA Rp200, dan UNVR Rp200.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah pun melemah terhadap dolar AS. Kurs rupiah ditutup melemah 24 poin (0,18 %) di level Rp13.384 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya