Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Amerika Serikat (Foto: Shutterstock)
Dream - Setiap negara memiliki standar biaya hidup yang berbeda-beda tergantung dengan kondisi ekonominya. Mereka yang berstatus miliarder di sebuah kota bisa jadi menikmati hidupnya hanya sebagai jutawan ketika pindah ke daerah lain.
Gambaran inilah yang terlihat dari kondisi 7 persen masyarakat di Amerika Serikat (AS) yang berpenghasilan US$250.000 atau lebih. Jika dikonversikan ke dalam rupiah, pendapatan itu setara dengan Rp3,7 miliar.
Meskipun secara nilai mencapai miliaran rupiah, penghasilan yang terbilang tinggi untuk ukuran Indonesia itu ternyata hanya masuk kategori kecil di beberapa kota di Negeri Paman Sam.
Melansir CNBC International, pendapatan raya-rata orang AS senilai US$250.000 jika disetarakan hanya bernilai US$203.664 di Memphis, Tennessee. Namun angka itu akan turun drastis ketika si pemilik uang tinggal di New York City.
Dengan nilai seperempat juta dollar AS, ternyata penghasian rata-rata masyarakat 7 persen Negeri Paman Sam itu hanya bernilai US$83.000 di New York City.
Perbedaan nilai dari penghasilan itu erat kaitannya dengan daya beli warga di AS yang bergantung dari ekonomi kota secara keseluruhan, pajak, dan biaya hidup.
Menurut laporan SmartAsset, yang membuat studi tentang orang berpenghasilan tinggi paling banyak kehilangan pajak dan biaya hidup.
Studi tersebut membandingkan pendapatan setelah pajak di 76 kota terbesar di AS dan menyesuaikan angka tersebut dengan biaya hidup.
Data dikompilasi menggunakan kalkulator gaji SmartAsset, yang menghitung gaji yang dibawa pulang setelah memperhitungkan pajak lokal, negara bagian, dan federal. Biaya hidup termasuk perumahan, bahan makanan, utilitas, transportasi dan barang dan jasa lainnya.
Hasil studi tersebut mencatatkan orang yang berpenghasilan US$250.000 hanya bernilai US$ 82.421 di New York karena biaya hidup yang tinggi. Menurut data dari RentHop, rata-rata tarif sewa bulanan untuk apartemen studio di New York mencapai US$3.500.
Begitu pula di ibu kota Amerika Serikat, Washington D.C yang menempati urutan ke-6 dari kota dengan biaya hidup termahal di AS. Penghasilan US$250.000 setara dengan US$101.865.
Beberapa kota pun memiliki biaya hidup yang tinggi hingga nilai US$250.000 dapat menyusut karena pajak penghasilan negara bagian yang tinggi, seperti San Fransisco.
Di kota tersebut, pajak untuk gaji US$250.000 akan dikenai lebih banyak, dibandingkan dengan gaji US$100.000.
Biaya hidup di San Francisco juga 82,8 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional. Begitu pula untuk Long Beach, California, para profesional dikenakan pajak 38 persen, dengan biaya hidup 52,5 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Berikut 7 kota yang membuat penghasilan US$250.000 lebih boncos:
7. San Diego: US$250.000 setara dengan US$105.151
6. Washington, D.C.: US$250.000 setara dengan US$101.865
5. Long Beach, California:US$250.000 setara dengan US$101.635
4. Los Angeles: US$250.000 setara dengan US$101.635
3.San Fransisco: US$250.000 setara dengan U$82.776
2.Honolulu: US$250.000 setara dengan US$82.672
1. New York: US$250.000 setara dengan US$82.421
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

