Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk belum berencana membatalkan sementara penerbangan ke negara yang terjangkit virus corona. Meski demikian, manajemen Garuda hingga kini terus memantau perkembangan.
" Belum ada plan trayek," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat 24 Januari 2020.
Irfan mengatakan, opsi penghentian sementara penerbangan ke negara terjangkit virus corona bisa saja diambil, dengan catatan apabila kondisinya sudah darurat.
" Tapi kita enggak mau memaksakan trayek itu kalau kondisinya lebih parah," ucap dia.
Di lokasi yang sama, Komisaris Utama Garuda Indonesia, Triawan Munaf, mengatakan, seluruh bandara sudah melakukan langkah antisipasi agar virus tersebut tidak masuk ke Indonesia. Mulai dari memasang alat pendeteksi suhu badan hingga penggunaan masker oleh petugas imigrasi dan bandara.
" Petugas masing-masing melaporkan setiap dugaan menunjukkan penyakit tersebut. Ini kerja sama tingkat dunia," kata Triawan.
Virus corona pertama kali merebak di Wuhan, China. Beberapa warga dari Singapura, Korea, Jepang hingga Amerika Serikat dikabarkan sudah ada yang terjangkit virus mematikan itu.
Dream - Saat ini wabah corona tengah mewabah di Wuhan, China. Berbagai upaya dilakukan Negeri Tirai Bambu agar wabah tidak meluas.
Dilansir DailyStar, yang mengutip laporan Buletin Sains China, kelelawar buah diduga sebagai pembawa virus corona.
Sementara sup kelelawar yang merupakan kuliner terkenal di kota Wuhan menjadi perantara yang menularkan virus ke manusia.

Dugaan kelelawar buah sebagai perantara virus corona ini juga didukung oleh kelezatan sup kelelawar dari kota Wuhan yang sangat terkenal di dunia.
Beberapa ahli melalui laporan mereka di Buletin Sains China menyatakan bahwa kelelawar buah kemungkinan menjadi pembawa virus tersebut.
Disebutkan bahwa di awal penyebarannya, para ahli meremehkan kondisi virus corona karena mirip dengan pneumonia dan SARS.
Kecurigaan para ahli di Buletin itu didukung dengan foto dan video warga Wuhan menyantap sup kelelawar yang viral di media sosial.
Sebuah video memperlihatkan seorang gadis kelelawar ke mulutnya pakai sumpit saat makan malam bersama teman-temannya.
Di kesempatan terpisah, seorang warga Wuhan memotret seekor kelelawar yang menyeringai di depan kamera sebelum memakannya.
Namun ada yang aneh dengan sup kelelawar yang disantap warga Wuhan. Terlihat bagian dalam perut kelelawar mengambang di antara kaldu sup.
Para ahli menduga bahwa virus corona Wuhan memang berasal dari kelelawar buah yang dimasak jadi sup.
" Virus corona Wuhan bisa jadi berasal dari kelelawar (buah). Tetapi antara kelelawar dan manusia mungkin ada perantara yang tidak diketahui," kata seorang ilmuwan.
Profesor Neil Ferguson, direktur Pusat Penelitian Medis untuk Analisis Penyakit Infeksi Global, mengatakan perkiraan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Wuhan adalah sekitar 4.000 jiwa.
Sumber: Daily Star
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
