Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Indeks Sektor Infastruktur Dan Keuangan Terkoreksi Paling Dalam.
Dream - Bursa saham syariah kembali terjun bebas setelah kemarin sempat kembali ke zona hijau. Koreksi kali ini terjadi justru di saat bursa regional bergerak menguat dan investor asing mengurangi aksi jual saham.
Pelaku pasar tampaknya berspekulasi dengan kondisi domestik yang semakin memanas akibat suhu politik.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 24 November 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok 3,184 poin (1,86%) ke level 167,977.
Koreksi tajam dialami indeks acuan saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang terpangkas 15,533 poin (2,25%) ke level 674,401.
Laju kedua indeks acuan syariah sejak awal perdagangan memang kurang meyakinkan. ISSI dan JII dibuka melemah. Indeks bluechips syariah bahkan sempat terlempar ke level terendah 673,235.
Hingga sesi paska perdagangan, sebanyak 39,97 miliar lembar saham syariah telah diperdagangkan. Nilai transaksinya mencapai Rp4,94 triliun. Pemodal asing masih mencatat aksi jual saham dengan nett sell mencapai Rp 540 miliar.
Aksi jual investor lokal mendorong 137 saham syariah bergerak ke zona merah. Sementara 51 penghuni indeks ISSI lainnya masih bisa bergerak menguat.
Mayoritas indeks sektoral " kebakaran" dan membuat bursa saham Indonesia berguguran. Indeks emiten infrastruktur dan keuangan mengalami koreksi paling dalam masing-masing 2,59 dan 2,56 persen.
Saham sektor komoditas masih bisa bergerak naik dengan penguatan indeks mencapai 1,12 persen.
Sepanjang hari ini, hanya ada lima emiten syariah yang menjadi favorit investor. Saham top syariah yang harganya naik paling tinggi adalah AALI Rp1000, diikuti SILO Rp150, LSIP Rp60, INCO Rp30, dan ADRO Rp15.
Sedangkan top losser saham syariah adalah PTBA yang harganya turun Rp475, UNTR Rp475, SMGR Rp350, UNVR Rp350, dan INTP Rp275.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp13.525 per dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS melemah 35 poin atau 0,26 persen.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya