Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melanjutkan laju penguatannya. Sentimen positif dari bursa regional serta kepastian kenaikan bunga acuan The Fed mendorong pelaku pasar kembali melantai.
Transaksi jual beli saham syariah juga kembali menggeliat ditandai nilai perdagnagan yang meningkat.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 16 Maret 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencetak rekor tahun 2017 dengan menguat 3,161 poin (1,80%) ke level 178,635.
Indeks saham bleuchips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga naik tajam 19,244 poin (2,76%) ke level 717,569.
Dua indeks acuan saham syariah ini bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan. Dibuka di level 176,157, ISSI berhasil menyentuh level tertingginya di sesi penutupan.
Meski volume naik tipis, transaksi perdagangan saham syariah bertambah signifikan. Dengan 78,02 miliar saham yang beralih tangan, nilai transaksi perdagangan di jajaran saham ISSI mencapai Rp 4,88 triliun.
Pemodal asing juga semakin membanjiri pasar saham Indonesia. ISSI mencatat nett buy asing hari ini mencapai Rp 820,66 miliar.
Aksi beli investor mendorong 120 emiten syariah, 24 diantaranya bluechips syariah ditutup menguat. Sementara 78 penghuni ISSI mengalami koreksi harga dan 79 lainnya bertahan stagnan.
Seluruh indeks sektoral juga kompak bergerak menguat. Kenaikan tertinggi dialami indeks industri aneka yang merekoet 3,92 persen, disusul manufaktur 2,02 persen, dan infrastruktur 1,83 persen.
Saham-saham top gainer bluechips syariah mendapat banjir aksi beli dipimpin UNVR yang menguat Rp 1.425 per saham. Bluechips syariah lainnya adalah PTBA yang naik Rp 450, SILO Rp 450, ASII Rp 400, dan AALI Rp 350 per saham.
Sebaliknya, dua bluechips syariah pelat merah harus mengalami koreksi masing-masing WSKT yang turun Rp 40 dan PTPP Rp 10 per saham.
Kabar baik juga datang dari nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Kurs rupiah sore ini bergerak menguat 51 poin (0,38%) menjadi Rp 13.313 per dollar AS. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya