Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dua Indeks Syariah Melemah Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini.
Dream - Kinerja indeks syariah lesu pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 27 Februari 2017. Meski sempat bergerak ke zona positif, dua indeks acuan saham syariah di Indonesia lebih banyak mendekam di zona merah.
Transaksi perdagangan saham syariah juga sedikit berkurang. Dengan volume perdagangan 78,61 miliar saham, transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,15 triliun.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesi (BEI), mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menutup perdagangan dengan merosot 0,322 poin (0,18) ke level 174,209. Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga turun 1,851 poin (0,26%) ke level 698,018.
Kedua indeks syariah ini memulai sesi perdagangan di zona merah. Namun ISSI dan JII sempat membuat riak saat menyentuh teritori positif dengan posisi tertinggi masing-masing berada di level 174,809 dan 701,147.
Tekanan jual asing juga sempat membuat investor menahan diri masuk pasar. Nett sell asing pada indeks ISSI mencapai Rp 318 miliar dengan Rp244 miliar terjadi pada saham-saham bluechips syariah.
Sebagian besar indeks sektoral juga ditutup melemah. Hanya ada empat indeks sektoral yang menuai kinerjanya positif yaitu sektor pertanian yang menguat 1,21 persen, barang konsumsi 0,55 persen, infrastruktur 0,28 persen, dan pertambangan 0,17.
Sektor-sektor lainnya berada di zona merah. Sebut saja properti yang indeksnya terkoreksi 0,82 persen, perdagangan 0,64 persen, industri dasar 0,44 persen, keuangan 0,3 persen, dan industri aneka 0,17 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah yang menjadi top gainer adalah AALI yang harga sahamnya naik Rp625, INCO Rp100, MIKA Rp90, KLBF Rp40, dan LSIP Rp40.
Sebaliknya, emiten-emiten bluechip syariah yang harga sahamnya terkoreksi adalah UNTR yang harga sahamnya melemah Rp575, LPPF Rp400, AKRA Rp350, INDF 150, dan PTBA Rp125.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tipis. Kurs rupiah terhadap dolar AS turun 2 poin (0,01%) ke level Rp13.345 per dolar AS. Nilai tukar rupiah sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp13.335 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?