Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Mantan Santri, Muhammad Nur Aiman Basuni, Yang Sukses Menjadi Pengusaha. (Foto: Siakap Keli)
Dream – Bagi masyarakat, santri kerap dipandang sebelah mata. Banyak yang beranggapan mereka tidak akan sukses dalam berbisnis kalau bulan lulusan universitas.
Anggapan ini pun dipatahkan oleh seorang mantan santri asal Malaysia, Muhammad Nur Aiman Basuni. Lulusan pesantren ini berhasil membuktikan bahwa seorang santri bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses pada usia 24 tahun.
Dilansir dari Siakap Keli, Senin 27 Februari 2017, kisah ini berawal ketika dia menjadi murid pesantren pada usia 14 tahun dan delapan tahun menghabiskan waktu di sana untuk belajar agama.
Ada teman-temannya yang sinis dan menganggap seorang santri tidak akan sukses kalau dia tidak menempuh pendidikan tinggi.
“ Saya tertantang dengan kata-kata itu. Saya nekat untuk membuktikan bahwa kata-kata mereka itu salah,” kata Aiman.
Selulusnya dari pondok pesantren, pada usia 22 tahun, Aiman pun mengikuti program pendidikan untuk mendapatkan ijazah. Hasilnya, dia mendapatkan nilai yang bagus. Namun, Aiman pun melupakan niatnya untuk melanjutkan pendidikan karena ingin membantu keluarganya.
“ Saya ingin membantu keluarga menjalankan restoran yang berkonsep makanan kampung,” kata dia.
Aiman pun belajar bisnis restoran sebelum mendirikan restoran sendiri yang dinamainya Bason. Kini, restorannya sendiri punya 1.000 pengunjung setiap hari. Restoran ini terkenal sebagai rumah makan yang menyediakan makanan dengan menu yang unik.

Lalu, apa rahasianya?
Ada enam hal yang harus dipegang teguh oleh Aiman ketika berbisnis, yaitu doa, impian, tidak mudah patah arang, tidak berada di zona nyaman, punya ilmu, dan action.
“ Untuk menjadi yang terbaik, jangan mudah puas. Kunci kesuksesan adalah jangan merasa sudah sukses,” kata dia.
Aiman juga mengatakan ilmu juga hal penting yang harus dimiliki. “ Yang membedakan seseorang dengan orang lain adalah ilmu,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya