Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Dan PM Turnbull Mengadakan Konferensi Pers Bersama Di Sydney, Australia, Minggu (26/2). (Foto: Humas/Dinda)
Dream - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Australia sempat membuat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) , Thomas Lembong terkejut. Tak disangka, presiden secara spontan menawarkan kerjasama ekonomi digital dengan Perdana Menteri Australia Macolm Turnbull.
“ Saya merasa Presiden lihai sekali menyodorkan prospek yang sangat menggiurkan, karena memang ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara, salah satu yang pertumbuhannya paling tinggi. Ini menurut saya adalah suatu prospek yang menggiurkan,” kata Lembong di Sydney, Australia, Minggu (26/2) sore waktu setempat dikutip dari laman Setkan, Senin, 27 Februari 2017..
Lembong mengungkapkan, dengan penawaran yang diajukan presiden, posisi tawar Indonesia menjadi sangat baik karena hampir semua orang memang tertarik masuk dalam bidang itu.
“ Selanjutnya nanti akan kita lihat kerja sama seperti apa yang bisa kita lakukan di sektor ekonomi digital,” ujarnya.
Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Masudi mengatakan, PM Australia menyambut baik tawaran yang diberikan presiden. Bahkan PM Turnbull langsung mengusulkan diadakannya suatu konferensi besar antara Australia dan Indonesia di Bandung,.
Retno berharap tawaran presiden dapat ditindaklanjuti dengan perjanjian di antara pengusaha-pengusaha muda di bidang ekonomi digital.
“ Pemerintah Australia juga mengundang anak-anak muda kita untuk ke sini dalam rangka meningkatkan kapasitas dan lain-lain,” ungkap Menlu.
Selain itu, lanjut Menlu, kita juga sudah punya payung kerja sama yang baru ditandatangani oleh Kepala Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) untuk pelaksanaan kerja sama di bidang ekonomi digital.
“ Ini adalah prospek baru di dalam hubungan bilateral Indonesia dengan Australia,” pungkas Menlu
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya