Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Menunjukkan Kinerja Positifnya.
Dream - Indeks syariah masih belum berhenti menanjak jelang penutupan perdagangan tahun 2017. Memulai perdagangan di zona merah, aksi beli investor lokal berhasil mengangkat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).
Kenaikan kedua indeks acuan saham syariah ini terjadi di tengah aksi pemodal asing yang berbalik melakukan aksi jual.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29 Desember 2016, indeks ISSI menguat 3,170 poin (1,87%) ke level 172,350.
Sementara indeks saham bluechip syariah, JII, terangkat 15,910 poin (2,34%) ke level 696,133.
Transaksi perdagangan saham syariah hingga sesi penutupan perdagangan mencapai Rp 5,1 triliun dengan 70,57 miliar saham berpindahtangan.
Tak seperti dua hari sebelumnya, pemodal asing kali ini justru melakukan aksi jual saham-saham syariah. Indeks ISSI mencatat nett sell asing mencapai Rp305 miliar. Sementara di saham-saham bluechips, nett sell asing mencapai Rp 304 miliar.
Seluruh indeks sektoral kompak bergerak menguat dengan dipimpin industri aneka yang melonjak 3,22 persen. Diikuti indeks sektor keuangan 2,41 persen, dan infrastruktur 2,40 persen.
Emiten-emiten unggulan syariah pencetak top gainer kali in adalah UNVR yang naik Rp700, SILO Rp400, LPPF Rp375, PTBA Rp350, dan ASII Rp300.
Di jajaran top losser, bertengger saham-saham seperti MIKA yang sahamnya turun Rp50, PWON Rp5, dan MYRX Rp1.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp13.431 per dolar AS. Nilai tukar turun tipis 2 poin atau 0,01 persen.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya