Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Presiden Jokowi Saat Menyambut Putera Mahkota Dubai, Sheikh Muhammad Bin Zayed Al Nahyan (Foto: Setkab)
Dream - Presiden Joko Widodo masih kagum dengan kecepatan pertumbuhan ekonomi Uni Emirat Arab yang melampaui Indonesia. Padahal di tahun 60-an, negara Gurun itu kalah dibandingkan Indonesia.
Kekaguman tersebut disampaikan Jokowi, nama sapaan presiden, saat memberikan sambutan Pembukaan Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tahun 2019 di Bali, Selasa, 21 Agustus 2019, malam.
“ Beliau menyampaikan pada saya, Presiden Jokowi, tahun 60 kami dari Dubai ke Abu Dhabi itu masih naik onta,” ujar Jokowi menirukan jawaban Sheikh Muhammad dari UEA.
Masih menurut Shekh Muhammad, lanjut Jokowi, Indonesia saat itu sudah bisa mengendarai mobil Holden dan Impala.
Kemajuan mulai terlihat dari tahun 1970. Warga di Dubai yang akan ke Abu Dhabi mulai menaiki truk dan pickup. Lagi-lagi Indonesia selangkah lebih jauh dengan mulai banyak menggunakan mobil Toyota Kijang.
Namun menginjak tahun 1980-1985, UEA justru melompat lebih jauh dibandingkan Indonesia. " Di sana sudah melompat semuanya, kita masih naik Kijang," ujarnya.
Melihat perkembangan cepat UEA, Jokowi menilai keunggulan negara tersebut terletak pada kecepatan. Di masa depan, tidak akan ada lagi anggapan negara besar menguasi negara kecil atau negara kaya menguasi negara miskin
" Tetapi negara cepat akan menguasai negara yang lambat," ujarnya.
Presiden mencontohkan Indonesia saat ini terlalu banyak memiliki aturan yang justru menjerat diri sendiri.
" Yang buat kita sendiri, yang bingung kita sendiri, yang nggak bisa cepat juga kita sendiri,” kata Presiden.
Jokowi berharap ke depan Indonesia seharusnya tidak perlu terlalu banyak memiliki Undang-Undang (UU). Akan lebih baik jika Indonesia memiliki sedikit UU namun kualitasnya sangat baik.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?