Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Dua Indeks Syariah Bertahan Di Zona Hijau.
Dream - Meski ibukota diguncang gempa yang bersumber di Banten, getarannya tak membuat Indeks syariah berguguran. Dua indeks acuan saham syariah malah `mengguncang` lantai bursa dengan sama-sama mencetak rekor baru.
Rekor baru Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) itu menemani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belum berhenti mengukir level tertingginya sepanjang masa.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 23 Januari 2018, indeks ISSI menguat 2,732 poin (1,41%) ke level 195,904. ISSI bergerak menguat sepanjang perdagangan usai dibuka menguat di level 193,983 dan menyentuh level tertinggi di sesi penutupan.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut meroket 14,239 poin (1,85%) ke level 782,622. Hampir seluruh emiten unggulan syariah, tepatnya 24 emiten, menutup perdagangan di zona hijau. JII hanya menyisakan 4 emiten yang bergerak melemah dan 2 emiten bertahan stagnan.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah relatif masih tinggi dengan 59,59 juta saham yang beralih tangan. Aksi jual beli ini membuat lantai bursa dibanjiri dana syariah senilai Rp6,08 triliun, naik dari sebelumnya Rp5,38 triliun.
Pemodal asing kali ini berbalik arah melakukan aksi beli saham-saham syariah. Setelah sempat nett sell di awal pekan kemarin, asing kali ini mencatat nett buy hingga Rp275 miliar.
Semua indeks sektoral kompak bergerak menghijau. Aksi beli saham lebih banyak terjadi di sektor barang konsumsi, industri aneka, dan keuangan yang masing-masing meroket 3,43 persen, 2,87 persen, dan 2,31 persen.
Emiten-emiten bluechip JII pencetak top gainer kali ini didhuni UNTR yang harga sahamnya naik Rp1.900, UNVR Rp1.000, LPPF Rp450, ASII Rp275, dan PGAS Rp220.
Sebaliknya, emiten pencetak top loser adalah SMGR yang harga sahamnya turun Rp100, TLKM Rp40, INCO Rp20, dan Rp15.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 25 poin (0,19%) ke level Rp13.325 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A