Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Lazada Seller Conference : Level Up 2022 (Erdyandra Tri Sandiva/Dream)
Dream - Tak dapat dipungkiri, teknologi telah mendorong para pelaku UMKM untuk naik kelas. Hal ini terjadi berkat kehadiran e-commerce sebagai bentuk kemajuan teknologi di dunia bisnis.
Banyak keuntungan yang bisa didapat pelaku UMKM dengan memanfaatkan platform e-commerce. Salah satunya akases promosi yang semakin luas.
Bukti peran e-commerce untuk membantu UMKM naik kelas dapat dilihat pada kisah Farica atau yang akrab disapa Teh Rika, pemilik toko perlengkapan bayi.
Rika mengungkap perjalanannya menjadi seller sukses. Dia memulai berjualan online di media sosial sejak Desember 2016.

Pada Maret 2017, Rika mulai mendaftarkan toko online-nya di Lazada. Dengan ketekunan dan kegigihannya, Teh Rika kini berhasil sukses mengembangkan bisnisnya hingga memiliki banyak reseller. Bahkan, ia telah memiliki toko offline.
Kiat-kiat yang ia gunakan pada kesuksesan tokonya itu ia bagikan pada kesempatan Masterclass yang ia bawa pada Lazada Level Up 2022.
“ Saya berharap semua penjual di Lazada bisa terus belajar bersama penjual lainnya dan tetap bersemangat. Berjualan online tidak mudah, tapi sukses bukan hal yang mustahil,” katanya di Jakarta, Rabu 19 Oktober 2022.
Retail Services Director GfK Market Intelligence, Elvinda Liung, berbagi mengenai tren dan perilaku belanja online konsumen Indonesia.
Elvinda mengungkap bahwa masyarakat Indonesia masih berhati-hati dalam berbelanja karena masih adanya kekhawatiran pandemi serta inflasi.

“ Perilaku ini sejalan dengan temuan kami, dimana kami menemukan 61 persen masyarakat menunggu adanya promosi atau sale sebelum melakukan pembelian. Mereka bahkan merencanakan pembelanjaan 4-5 minggu sebelumnya dan secara aktif menjadi promo-hunter yang mencari promo atau diskon,” kata Elvinda.
“ Dengan mulai berakhirnya pandemi, hybrid-shopping yang menggabungkan belanja secara offline dan online menjadi pilihan konsumen. Di ranah online sendiri, mayoritas konsumen berbelanja produk fesyen, kosmetik, dan kebutuhan pribadi," imbuhnya.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes