Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
TikTok @zevanio57
Dream - Kini dunia memang semakin digital. Kini para pedagang tidak harus membangun toko atau gerai di pusat keramaian. Mereka bisa memasarkan barang lewat toko online di marketplace.
Memang di sanalah sekarang 'kerumunan' terjadi. Maklum, kini orang lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Sehingga menjual barang di toko online kini sepertinya lebih mudah dilakukan ketimbang harus membangun toko yang nilaianya bisa puluhan bahkan ratusan juta.
Toko online bisa dibuat dengan mudah dan gratis. Seseorang bisa punya satu, dua, tiga, bahkan banyak toko online. Di sanalah mereka menjajakan barang dagangan. Jangkauan pasarnya pun lebih luas, bisa ke seluruh Indonesia bahkan penjuru dunia.
Hanya sekali klik, barang bisa terjual. Pedagang tinggal mengurus pesanan, mulai mendata, membungkus, hingga mengirimnya ke pelanggan, sesuai pesanan. Tak perlu repot-repot mengantar sampai depan rumah pelanggan, sebab tugas itu sudah dilakukan perusahaan ekspedisi.
Tapi, namanya usaha memang tak selalu lancar. Segala kemudahan yang ditawarkan teknologi itu tak melulu semudah yang dibayangkan. Sebab ada kalanya barang dagangan yang sudah dipajang berhari-hari, bahkan berbulan-bulan, di toko online tak kunjung laku jua.
Maklum saja, persaingan di market place memang sengit. Jumlah toko online bejibun, yang bisa jadi menjual barang serupa. Maka tidak heran pelaku bisnis online ini kerap membuat terobosan, mereka menawarkan paket diskon, mulai cashback hingga gratis ongkos kirim alias ongkir.
Tidak hanya itu, kini banyak pemilik toko online yang melakukan live streaming melalui platform market place. Cara ini memungkinkan para penjual berinteraksi langsung dengan pelanggan. Mereka menawarkan barang lewat siaran langsung itu. Pelanggan yang tertarik langsung bisa bertanya dan membelinya, sebelum barang akhirnya dikirim.
Jika sebuah toko online atau pedagang memiliki pengikut sampai ribuan, biasanya yang melihat siaran langsung itu juga banyak. Itu artinya, barang yang ditawarkan lewat live streaming itu kemungkinan besar bisa dilihat oleh banyak orang sehingga peluang terjual lebih besar.

Namun lagi-lagi, itu idealnya. Sebab, ada juga yang melakukan live streaming namun hasilnya tidak sesuai harapan. Jangankan barang laku terjual, penonton live streaming pun tak ada. Semua gaib!
Simaklah cerita pemilik toko online yang satu ini. Dia mengaku sudah tiga jam melakukan live streaming, namun tak ada satupun orang yang melihatnya.
" Sudah tiga jam live," tulis akun TikTok @zevanio57.
" Tapi ga ada penonton. Bantu masuk live kita dong, ga beli juga ga papa minimal dengerin dulu promosi saya," tambah akun itu.
Dalam video itu, terlihat wanita berhijab dengan busana nuansa kuning sedang ebrada di depan ponsel. Memang tampaknya sedang siaran langsung.
Wanita itu memegang baju yang masih tergantung pada hanger, Muka wanita itu tampak muram. Sementara di sampingnya ada laptop komputer di meja untuk proses administrasu.
Pada bagian belakang juga terlihat banyak baju yang digantung. Baju-baju itulah yang sedang dipromosikan. Tapi, dia mengaku tak ada orang yang melihat live itu.

Cerita wanita itu tidak hanya satu dua kali terjadi. Sudah ada banyak kisah serupa. Karena itulah banyak netizen yang curiga bahwa pengakuan wanita itu hanya strategi marketing untuk menggaet simpati di media sosial.
Pada kolom komentar unggahan itu, banyak netizen yang meragukan pengakuan wanita dalam video tersebut.
" Penjual zaman sekarang penuh dengan kebohongan dan kepalsuan. Mengharapkan rasa iba dari pelanggan berlagak tersiksa padahal cuma akting belaka," tulis akun @alfatiih.
" 4.6k penonton bilang sepi, strategi marketingnya aja udah menipu, gimana dengan produknya?" tulis akun @korlap_KUNDUE.
" Mbak udah banyak video orang jugga gini setelah saya ikut live yang lihat banyak jadi jangan membuat hal yang tidak sebenarnya," tutur akun @gigihjaya717.
Namun, ada pula yang memberinya dukungan. " Mohon maaf ya kepada netizen ini vid udah 1 hari yang lalu jadi jangan suudzon terimakasih," tulis akun @RT.ALKR.
" Semoga lancar jaya ka usahanya sama diberkahkan rejekinya amin ya Allah," tulis @hadianahn.
" Amin terima kasih supportnya kak, bantu share ya kak," tulis sang pencipta video, yang punya pengikut 47k di TikTok itu.
@zevanio57 banto tonton donk!!!##fypage ##fypシ ##viral ##shoping ##fyp ##daster
♬ nhạc nền - Chill Uot Lofi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam