Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi Kisah Pelaut Yang Dipulangkan Karena Pandemi (Foto: TikTok/@susrix)
Dream – Pandemi virus corona yang tak diketahui bakal separah ini meluluhlantakkan aktivitas global, terpaksa membuat orang harus berpikir lebih keras.
Banyak orang yang diberhentikan oleh perusahaan, dipulangkan, dan PHK secara besar-besaran. Namun di setiap cobaan pasti selalu ada hikmahnya.
Banyak orang yang menginspirasi karena berhasil bangkit dari pandemi. Seperti kisah seorang pelaut yang satu ini.
Baru saja bekerja dua bulan, ia terpaksa dipulangkan karena pandemi. Tentu saja ia kesulitan menghidupi keluarganya di perantauan.
Namun akhirnya ia bangkit dan terus melanjutkan hidup. Seperti apa kisahnya? Simak di bawah ini.
Seorang pelaut diceritakan sedang mengalami PHK. Baru saja berlayar selama dua bulan, ia dipulangkan karena pandemi. Video ini diceritakan oleh istri pelaut yang mengalami kisah pilu tersebut.

“ Baru 2 bulan berlayar suami dipulangkan karena pandemi,” tulis keterangan video yang diunggah oleh akun TikTok @susrix.
Dipulangkan secara mendadak, sang suami pun tidak menyiapkan apa-apa untuk melanjutkan hidup. Sang suami pun menganggur selama 10 bulan lamanya. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, terpaksa mereka harus menjual cincin kawin.

“ 10 bulan jadi pengangguran. Perhiasan dan cincin kawin terpaksa dijual agar bisa bertahan di rantauan,” lanjutnya.
Tak ta mau bekerja apa lagi di saat pandemi, akhirnya keduanya berinisiatif berjualan rujak buah yang lagi viral. Mereka pun mencari modal dan pinjaman sepeda motor untuk berjualan.

“ Akhir Februari 2021 kami mencoba berjualan rujak yang lagi viral. Modal dipinjami, Motor untuk bawa barang dagangan juga pinjam,” ujarnya.
Hasil tidak akan menghianati usaha yang telah diupayakan. Keduanya pun menabung sedikit demi sedikit dari hasil jualan rujak buah tersebut. Tujuannya agar mereka bisa membeli motor untuk berjualan.
“ Hasl jualan kami sisihkan biar bisa beli motor sendiri,” tulisnya.

Setelah beberapa bulan berjualan, akhirnya keduanya mampu membeli motor. Sehingga mereka tak harus berjualan dengan motor pinjaman lagi.
“ Dan akhirnya akhir Agustus 2021 kami bisa membelinya. Walau motor second tp sudah senang dan bersyukur banget bisa beli,” lanjutnya.
Video kisah keluarga mantan pelaut itu pun kemudian mendapat sorotan dari warganet. Mereka mendukung dan mengatakan ucapan semangat kepada keduanya.
“ Gak ada yang gak mungkin ketika niat baik dan gak putus asa selalu bersama tuhan bersama kita,” tulis BebySusaan.
“ Tetap semangat ya, semoga kedepannya semakin sukses,” ucap Luluk Asyaroh.
“ Jangan menyerah sis tetap semangat karena hari esok akan lebih baik dari hari ini,” tulis ecik putri toraja.
@susrix Jangan pernah menyerah walau dititik terendah,tetaplah berusaha dan berjuang💪💪😇
♬ Fire On Fire - From " Watership Down" - Sam Smith
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya