Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
BCA Syariah Membukukan Laba Bersih Rp58,4 Miliar Pada 2018. (Foto: Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream - PT BCA Syariah (BCA Syariah) membukukan laba bersih sebesar Rp58,4 miliar pada 2018. Angkanya naik 22 persen pada 2017 yang sebesar Rp47,9 miliar.
" Peningkatan laba perusahaan di antaranya ditopang oleh perusahaan pembiayaan sebesar 16,9 persen yoy yang mencapai Rp4,2 triliun pada 2017 menjadi Rp4,9 triliun," kata Direktur Utama PT BCA Syariah, John Kosasih, di Jakarta, Kamis 28 Februari 2019.
John mengatakan, pembiayaan BCA Syariah berada di atas rata-rata pembiayaan industri sebesar 12 persen.
Dia mengatakan aset BCA Syariah tercatat sebesar Rp7,1 triliun. Angkanya meningkat 18,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp6 triliun.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mendorong pertumbuhan BCA Syariah. Angkanya naik 16,3 persen dari Rp4,7 triliun ke Rp5,5 triliun.
John mengatakan pembiayaan BCA Syariah didominasi pembiayaan sektor produktif. Komposisi pembiayaan pada masing-masing segmen komersial 76,08 persen, UMKM 20,61 persen, dan konsumsi 3,31 persen.
Rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/ NPF) BCA Syariah pada 2018 sebesar 0,35 persen dan 0,28 persen.
Dream – PT BCA Syariah membukukan laba bersih Rp38,2 miliar pada kuartal III 2018. Perolehan laba anak usaha PT Bank Central Asia Tbk ini meningkat 17,28 persen dari angka kuartal III-2017 yang mencapai Rp32,58 miliar.
Dikutip dari laporan keuangan BCA Syariah, Kamis 25 Oktober 2018, kenaikan laba bersih ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan operasional.
Pendapatan operasional setelah bagi hasil BCA Syariah sebesar Rp202,89 miliar pada September 2018 atau naik 22,9 persen dari angka September 2018 yang sebesar Rp164,98 miliar.
Aset BCA Syariah juga naik 11,4 persen dari Rp5,96 triliun pada September 2017 menjadi Rp6,64 triliun pada September 2018.
Bagaimana dengan pembiayaan. Hingga akhir September 2018, BCA Syariah telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp4,7 triliun atau naik 34 persen dari periode setahun sebelumnya.
Peningkatan penyaluran ini tetap dibarengi dengan langkah BCA Syariah yang menjaga angka pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) gross tetap rendah di angka 0,54 persen.
Dream – PT BCA Syariah bergabung dengan sindikasi pembiayaan untuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN. Bank syariah ini memberikan fasilitas pembiayaan sebesar Rp100 miliar untuk PLN.
Pembiayaan menggunakan akad musyarakah merupakan bagian dari sindikasi pembiayaan senilai Rp14 triliun. Total pendanaan ini berasal dari 13 lembaga keuangan, baik konvensional maupun syariah.
“ Partisipasi BCA Syariah merupakan bentuk dukungan kami untuk menyukseskan program pembangunan pemerintah,” kata Presiden Direktur BCA Syariah, John Kosasih, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 27 Agustus 2018.
Fasilitas pembiayaan tersebut bertujuan untuk pembiayaan investasi PLN yang didalamnya tercantum program realisasi pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW. Pembangunan infrastruktur listrik dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2018 bertujuan untuk menyediakan tenaga listrik yang andal dan terjangkau bagi pelaku industri dan masyarakat Indonesia.
Penandatangan dilakukan bersama-sama oleh peserta pembiayaan sindikasi di Plaza Mandiri, Gatot Subroto, Jakarta.
“ Ketersediaan listrik yang memadai dapat meningkatkan produktivitas industri dan masyarakat yang tentunya memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia,” kata dia.
Sebelumnya, 31 Juli 2018 lalu, BCA Syariah juga ikut dalam penyaluran pembiayaan sindikasi untuk proyek pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated (Jalan layang Cikampek). Pembiayaan yang disalurkan sebanyak Rp100 miliar.
Pembiayaan infrastruktur telah menjadi salah satu target penyaluran pembiayaan BCA Syariah di 2018, diantaranya di bidang pembangunan jalan raya/tol, pembangkit tenaga listrik dan lainnya.
Tahun ini, BCA Syariah memproyeksikan pembiayaan infrastruktur sekitar Rp250 miliar—Rp500 miliar dengan mempertimbangkan tingkat permintaan di pasar dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Penyaluran pembiayaan BCA Syariah pada semester 1-2018 meningkat sebesar 21,3 persen (yoy) menjadi Rp4,7 triliun. Penyaluran pembiayaan masih fokus pada sektor produktif khusunya segmen komersial diikuti oleh UMKM dan konsumer. Rasio pembiayaan bermasalah tetap berada pada level yang rendah dengan NPF Gross 0,73 persen dan NPF Nett 0,31 persen.
“ Kami menargetkan pembiayaan tahun ini meningkat 15—20 persen dibandingkan akhir tahun lalu”, kata John.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya