Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks ISSI Melemah, Sementara Indeks JII Menguat Pada Penutupan Perdagangan.
Dream – Saham unggulan syariah kembali gagal mengangkat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 22 Februari 2017.
ISSI mendekam di zona merah meski sempat menguat pada sesi pembukaan perdagangan BEI. Sebaliknya, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) berhasil lepas dari tekanan usai menguat jelang penutupan.
Indeks ISSI yang dibuka menguat di level 174,609, justru menutup perdagangan dengan melemah 0,093 poin (0,05%) ke level 173,926.
Sebaliknya, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), bertahan di zona positif dengan menanjak 0,991 poin (0,14%) ke level 697,562. Indeks JII sempat melemah dengan level terendah di 694,529.
Secara keseluruhan, kinerja indeks sektoral positif. Indeks barang konsumsi naik tertinggi, yaitu 0,84 persen, diikuti oleh industri aneka 0,58 persen, dan keuangan 0,4 persen.
Namun kenaikan tersebut tertahan oleh laju koreksi indeks sektor pertanian yang rontok 1,85 persen dan industri dasar 0,27 persen.
Volume perdagangan saham syariah kali ini memang sedikit berkurang dengan 100,23 miliar berpindahtangan. Meski berkurang, nilai transaksi perdagangan justru bertambah menjadi Rp 3,41 triliun.
Aksi jual pemodal asing juga turun signifikan. Tercatat nett sell asing pada saham-saham syariah mencapai Rp97,94 miliar, berkurang dari sebelumnya Rp283 miliar.
Tercatat 115 emiten syariah menutup perdagangan di zona negatif sementara 78 penghuni ISSI, 11 diantaranya bluechips syariah, berhasil ditutup menguat.
Emiten-emiten bluechip syariah pencetak top gainer adalah LPPF yang harga sahamnya naik Rp275, AKRA Rp200, UNVR Rp125, SMGR Rp75, dan ASII Rp50.
Sebaliknya, emiten-emiten bluechip syariah yang menjadi top loser adalah AALI yang harga sahamnya turun Rp400, SILO Rp300, SSMS Rp100, UNTR Rp100, dan WSKT Rp90.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 49 poin (0,37%) ke level Rp13.377 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh angka Rp13.325 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya