Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Bank OCBC NISP (Foto: Dream/Okti Nur Alifia)
Dream - PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC NISP) mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengembangkan bisnis melalui solusi Business Banking melalui program Nyala Bisnis. Salah satunya program tersebut adalah pengelolaan keuangan bisnis melalui 1 rekening dengan 13 mata uang.
Program yang diinisiasi ini merujuk pada riset OCBC NISP Business Fitness Index 2023 yang mengukur kesehatan finansial dari suatu usaha. Hasil survey menunjukkan nilai rata-rata skor dari seluruh skala usaha berada di angka 43,84 atau masih jauh dari skor ideal 75.
Berdasarkan riset tersebut, OCBC NISP menilai mayoritas UMKM di Indonesia memiliki kesehatan finansial yang belum optimal dan perlu ditingkatkan.
“ Melalui Nyala Bisnis yang diluncurkan hari ini, kami akan terus bersinergi dalam mendukung pemberdayaan UMKM demi meningkatkan inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ungkap Head of Retail Loan Business Bank OCBC NISP, Heriwan Gazali di Jakarta, Rabu, 31 Mei 2023.
Hasil temuan lain dari riset tersebut adalah 44 persen UMKM di Indonesia masih mencampurkan keuangan pribadi dan bisnis dari mengelola usahanya. Padahal, kedua hal tersebut harus dipisahkan demi memudahkan upaya pengelolaan bisnis.
Riset itu juga menemukan 75 persen UMKM di Indonesia sudah melakukan pencatatan keuangan. Namun, 80 persen dari responden tersebut masih melakukan pencatatan keuangan secara manual di zaman yang serba digital ini.
Bahkan hanya 34 persen UMKM yang memanfaatkan produk digital untuk berbisnis dan operasional mereka.
Akibat kesadaran perencanaan yang rendah tersebut, rata-rata UMKM Indonesia atau sekitar 50 persen hanya memiliki dana cadangan yang dapat mendukung kegiatan operasional selama 1-4 bulan.
Selain menawarkan pengelolaan keuangan lewat 1 rekining dengan 1 mata uang asing, Program Nyala Bisnis memberikan kemudahan lain berupa bebas biaya transaksi antar Bank tanpa batas dengan BI Fast.
Nasabah juga akan mendapatkan kemudahan akses pinjaman, gratis biaya MDR QRIS serta kemudahan transaksi bisnis digital di mana saja dan kapan saja via One Mobile dan Velocity, termasuk kemudahan transaksi valas melalui digital banking tersebut dengan kurs yang kompetitif.
Salah satu keunggulan Nyala Bisnis lainnya adalah Business Fitness Solution yang menyediakan berbagai manfaat seperti pengecekan kesehatan bisnis dan akses modul keterampilan bisnis gratis, serta mengikuti kelas komunitas bisnis dengan pakar bisnis melalui ruangmenyala.com.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
