Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Gambar Ilustrasi/shutterstock.com
Dream - Kesehatan finansial generasi muda di Indonesia terus meningkat selama tiga tahun terakhir. Hal ini berdasarkan riset tahunan OCBC NISP dalam Financial Fitness Index (FFI) yang konsisten dilakukan sejak tahun 2021.
Tahun ini, skor kesehatan finansial generasi muda menunjukkan angka 41,16 yaitu mengalami kenaikan sebesar 1,01 poin dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, banyak anak muda yang berjuang memperbaiki pengelolaan uang terutama dalam hal spending.
Menurut data, 35% mengaku pernah melakukan pengeluaran lifestyle secara impulsif selama enam bulan terakhir, termasuk konser, travelling, atau belanja berlebihan. Adapun 60% dari mereka yang impulsif adalah pemuda dengan penghasilan 5 sampai 8 juta perbulan.
“ Semua orang tentu memiliki kebutuhan hiburan atau lifestyle, dan memenuhi kebutuhan tersebut bukanlah hal yang negatif. Namun, generasi muda harus pintar menyiasati agar keinginan tidak mengorbankan kebutuhan dasar lainnya,” kata Amir Widjaya, EVP Marketing & Lifestyle Business Division Head Bank OCBC NISP, Selasa, 22 Agustus 2023.
Tak hanya itu, riset ini juga mengungkap fakta bahwa terdapat peningkatan drastis jumlah pemuda yang menganggap definisi “ kaya” adalah mereka yang sering melakukan traveling atau liburan. Dibandingkan tahun lalu, jumlahnya naik sebesar 350%.
Sementara, mereka yang memiliki pandangan “ kaya” berkaitan dengan hal bersifat non-investasi seperti rumah mewah, sering traveling/konser, dan fashion bermerek ternyata memiliki skor finansial yang rendah.
Sementara responden yang memiliki mendefinisikan “ kaya” berkaitan dengan produk investasi seperti emas, properti yang disewakan, dan produk bank lainnya memiliki skor finansial yang lebih sehat.
Menanggapi hal itu, pendiri Narasi sekaligus jurnalis Najwa Shihab menyampaikan bahwa kualitas generasi muda dalam hal finansial dapat diawali dengan mengatur mindset yang benar tentang “ kaya”.
“ Di sisi lain, generasi muda juga harus mau belajar dan disiplin mengatur uang dan berinvestasi sejak dini, agar bisa menjadi trendsetter bukan hanya dalam hal lifestyle tapi juga finansial,” katanya.

Fakta lain menyebutkan bahwa ada 54% generasi muda yang saat ini merupakan bagian dari sandwich generation. Jumlah tersebut meningkat 9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Uniknya, generasi yang turut berkontribusi dalam finansial keluarganya ini memiliki skor kesehatan finansial yang cenderung lebih sehat, yaitu 41,80 yang berarti lebih tinggi dari skor Indonesia keseluruhan.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
