Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri memberi harapan bai ekonomi Indonesia. Perekonomian Indonesia tahun ini diyakini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Meski dampak perlambatan kemungkinan mash akan dirasakan.
“ Semua akan menjadi baik apabila para pelaku ekonomi tetap bersabar, tidak melakukan PHK besar-besaran dan menyusun strategi-strategi khusus dalam mempertahankan bisnisnya," ujar Chatib.
Prediksi Chatib ini diungkapkannya saat menjadi pembicara dalam seminar makro ekonomi dengan tema Peluang dan Tantangan Ekonomi Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) hari ini, 25 Februari 2016 di auditorium PT Astra International Tbk untuk 250 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mitranya.
Dalam keterangan persnya, Ketua Pengurus YDBA F.X. Sri Martono juga menyampaikan secara global ekonomi masih menunjukkan sinyal yang belum terlalu menggembirakan.Salah satunya karena kondisi perekonomian di kawasan Eropa yang belum membaik.
Kondisi itu memicu penurunan pangsa pasar bagi produk-produk yang dihasilkan oleh berbagai negara seperti Indonesia. Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan bagi para UMKM agar dapat menjalankan bisnis dengan baik.
“ UMKM perlu memiliki keberanian dalam menerapkan rencana dan membuat keputusan yang didukung dengan penguasaan kompetensi dan data serta informasi yang akurat,” ujar Sri Martono.
Sri Martono juga berharap para pelaku UMKM Indonesia harus memiliki optimisme yang tinggi dalam menghadapi kondisi perekonomian tahun 2016 di mana seluruh negara ASEAN turut meramaikan pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah berlaku sejak 1 Januari 2016 yang lalu.
“ Mari kita berpartisipasi dalam MEA dengan semangat dan optimisme yang kuat. Tidak perlu khawatir atau cemas dengan keberadaan negara lain. Namun kita harus saling merangkul, menjadi mitra untuk mencapai tujuan bersama,” tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya