Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Kinerja Ekonomi Syariah Membaik Setelah Memasuki Tahun 2021. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Kinerja ekonomi dan keuangan syariah menunjukan perbaikan ketika memasuki tahun 2021. Kabar ini menjadi angin segar bagi industri potensial di Tanah Air ini mengingat ekonomi dan keuangan syariah mengalami kontraksi minus 1,72 persen pada 2020.
“ Memasuki 2021, ini menunjukkan perbaikan, yakni positif 1 persen,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono, dalam sambutannya di acara “ Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia”, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 27 Juli 2021,
Di tengah tantangan perlambatan ekonomi, kata dia, kontribusi perekonomian syariah masih baik sepanjang 2020. Meski mengalami kontraksi, angkanya masih lebih dibandingkan perekonomian nasional yang mencapai 2,07 persen.
Doni mengatakan beberapa sektor yang menopang kinerja positif ekonomi dan keuangan syariah di awal tahun ini muncul dari pertanian, produk makanan halal, dan pariwisata. BI berharap para pelaku usaha bisa memaksimalkan sektor-sektor tersebut dan konsisten menjalankan masterplan dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
“ Makanya, kita konsisten pada blue print ekonomi dan keuangan syariah yang menjadi masterplan, menjadi semakin relevan buat diimplementasikan,” kata dia.
Ada tiga pilar dalam cetak biru ekonomi dan keuangan syariah, yaitu pengembangan, dukungan, dan peningkatan literasi. Tiga hal ini harus digencarkan untuk membumikan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Khusus makanan halal, sektor ini potensinya mencapai 13 persen. Doni menyebut pasar itu harus menjadi peluang bagi Indonesia untuk memasarkan berbagai produk makanan halal unggulan.
Sampai kuartal pertama 2021, ekspor makanan halal dari Indonesia mencapai US$10,34 miliar (Rp149,65 triliun). Doni menyebut perkembangan ini positif dan peluang negara-negara lain masih perlu diversifikasi.
“ Ini perkembangan positif makanya beberapa negara seperti Malaysia dan Arab Saudi harus kita diversifikasi,” kata dia.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes