Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Menko Perekonomian Darmin Nasution
Dream - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan, stabilitas harga pangan mesti menjadi fokus utama untuk menjaga tingkat inflasi. Harga komoditas yang melonjak tajam dikhawatirkan berimbas luas bahkan bisa melemahkan rupiah.
“ Di Indonesia, inflasi itu sebagian besar disebabkan oleh harga pangan. Saya ini kan bekas Gubernur Bank Indonesia (BI) percayalah sama saya,” ujar Darmin Nasution dalam diskusi bersama awak media di kantornya, Jumat 18 September 2015.
Darmin menjelaskan, faktor yang turut mempengaruhi tingkat inflasi diantaranya berasal dari harga yang diatur pemerintah (administrated prices). Tarif listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu contohnya.
Selain dua faktor tersebut, pemerintah mengakui tingkat inflasi inti Indonesia memang cenderung datar di kisaran 4,4 persen. Namun, diakuinya inflasi Inti ini sudah termasuk tinggi bila dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
“ Di Malaysa dan Thailand hanya sekitar 2–3 persen. Dari dulu, yang seimbang dengan kita adalah Filipina,” ungkap Darmin.
Sebagai sesama negara kepulauan, Indonesia dan Filipina cenderung memiliki banyak kesamaan dalam hal logistik dan infrastruktur. Bahkan kedua negara ini pernah memiliki tingkat inflasi dua digit pada 30 tahun lalu.
Namun, Filipina mengambil langkah yang lebih strategis untuk mengatasinya. Kini, tingkat inflasi disana hanya mencapai 3,5 persen.
“ Makanya, harga jangan sampai naik, apalagi signifikan. Kalau terjadi, maka kemudian akan berakumulasi dengan persoalan kurs, ujung-ujungnya inflasi makin besar,” tutup Darmin.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya