Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
DREAM.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak usulan Danantara untuk menyelesaikan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh kepada pemerintah.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria diketahui menyodorkan tawaran menyelesaikan utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada pemerintah melalui dana APBN.
Tawaran itu berupa penyertaan modal kepada PT Kereta Api Indonesia selaku pemimpin konsorsium kereta cepat. Sebagai gantinya pemerintah mengambil alih infrastruktur proyek tersebut.
Terkait tawaran tersebut, Menkeu Purbaya mengaku belum mengetahuinya. Namun, dia mengatakan menolak skema yang disodorkan Danantara.
Menurutnya, Danantara sebagai pengelola badan investasi BUMN semestinya bisa mengatasi masalahnya sendiri, termasuk utang.
" Yang jelas sekarang saya belum dihubungi tentang masalah itu, tapi kalau KCIC itu kan di bawah Danantara, kalau di bawah Danantara mestinya mereka sudah punya manajemen sendiri, (apalagi) sudah punya dividen sendiri," ucap Purbaya dikutip dari BBC Indonesia, Senin, 13 Oktober 2025.
Lebih lanjut, diungkapkan Purbaya, Danantara mengantongi Rp80 triliun dari dividen dalam satu tahun. Dengan pemasukan tersebut, Menkeu menilai Danantara bisa mengatasi masalah beban utang kereta cepat tanpa harus meminta uang dari pemerintah.
" Jangan kita lagi. Karena kan kalau enggak, ya semua kita lagi. Jadi ini kan maunya dipisah antara swasta sama government," cetusnya.
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kini tengah disorot dengan beban utangnya mencapai Rp116 triliun. Danantara, merupakan superholding BUMN yang disebut sedang mencari cara untuk meringankan pembiayaan proyek KCJB, termasuk dukungan dari APBN.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya