Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Ilustrasi Kripto (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dunia pasar kripto tengah melemah dengan pergerakannya yang turun dalam beberapa pekan terakhir. Sejak 11 Maret 2022, Bitcoin turun 25 persen. Hal ini juga berdampak pada nilai total semua token kripto yang beredar, dengan turun lebih dari 26 persen.
Melemahnya pergerakan kripto dirasakan betul oleh CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), yang mengalami kerugian. Dia tercatat sebagai orang terkaya di industri kripto pada Maret dengan kekayaan USD 65 miliar. Sayangnya, saat ini Forbes memperkirakan kekayaannya tersisa USD 17,4 miliar.
Selain CEO Binance yang merasa rugi, adapula pendiri pertukaran kripto yang diperdagangkan secara publik Coinbase, Brian Armstrong dan Fred Ehrsam, kehilangan lebih dari setengah kekayaan mereka.
Pada 11 Maret 2022, Armstrong yang awalnya memiliki kekayaan USD 6,6 miliar atau sekitar Rp96,74 triliun. Kini turun menjadi USD 2,8 miliar atau sekitar Rp41,04 triliun,
Sedangkan Ehrsam telah turun dari tahtanya sebagai miliarder. Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya sebesar USD 986 juta atau sekitar Rp 14,46 juta. Dia juga telah meninggalkan perusahaan pada 2017.
Saham Coinbase sendiri ditutup pada level USD 67,87 pada perdagangan Jumat (13 Mei 2022). Sejak 11 Maret 2022, saham di Coinbase mengalami penurunan sebesar 57 persen. Hingga memecahkan rekor, turun 80 persen dari level tertinggi sepanjang masa di USD 343 pada November 2021.
Selanjutnya, CEO perusahaan perangkat lunak Microstrategy, Michael Saylor juga terdepak dari daftar miliarder. Saylor, memukul simpanan pribadinya sebesar 17.732 bitcoin dan saham MicroStrategy-nya, yang telah jatuh 47 persen sejak 11 Maret 2022.
Saham MicroStrategy berkorelasi erat dengan harga Bitcoin, karena perusahaan telah menghabiskan lebih dari USD 4,5 miliar atau sekitar Rp 6,6 triliun untuk cryptocurrency, dengan harga pembelian rata-rata USD 30.700 per token.
Jed McCaleb dan Chris Larsen, dua pendiri sistem pembayaran berbasis blockchain Ripple, masing-masing juga telah kehilangan USD 300 juta atau sekitar Rp 4,4 triliun dan USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 16,14 triliun.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
