Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Indeks ISSI Dan JII Menguat Pada Penutupan Perdagangan, Rabu 12 Juli 2017.
Dream - Aksi jual pemodal asing di pasar saham Indonesia pelan-pelan berkurang. Sentimen positif tersebut mendorong indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan penguatannya pada penutupan perdagangan, Rabu 12 Juli 2017.
Meski secara keseluruhan meningkat, pemodal asing memang masih melakukan aksi jual saham-saham syariah. Bahkan nilai nett sell asing meningkat sedikit.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini dengan bergerak menguat 1,217 poin (0,67%) ke level 184,915. ISSI mengawali perdagangan dari zona negatif usai dibuka melemah ke level 182.914.
Kondisi serupa dialami indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang dibuka melemah ke level 742,651. Namun aksi beli investor pada saham-saham unggulan syariah mampu membawa JII menutup perdagangan dengan menguat 4,404 poin (0,59%) ke level 747,723.
Kabar baiknya, nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mengalami kenaikan meski secara volume berkurang. Dengan Rp 3 triliun dana bergulir, sebanyak 34,79 juta saham syariah silih berganti pemilik.
Meski nett sell asing secara keseluruh berkurang, aksi jual saham syariah masih dilakukan investor asing. Nett sell pada indeks ISSI mencapai Rp 280 miliar, lebih rendah dari saham bluechips syariah yang mencapai Rp 316 miliar.
Seluruh indeks sektoral kali ini kompak bergerak menghijau. Investor banyak memainkan sahamnya di sektor pertambangan, barang konsumsi, dan keuangan yang masing-masing naik 1,63 persen, 1,19 persen, dan 1,01 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah yang meraih posisi top gainer adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp800, PTBA Rp450, EXCL Rp80, INCO Rp65, dan ADRO Rp50.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah LPPF yang harga sahamnya turun Rp125, UNTR Rp50, PTPP Rp30, AKRA Rp25, dan WSKT Rp20.
Di pasar uang, nilai tukar rupiah justru perkasa terhadap dolar AS. Pada penutupan perdagangan, kurs rupiah sebesar Rp13.365 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
