Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi Orang Jalan Kaki. (Foto: Pixabay)
Dream – Setiap perusahaan selalu berharap pegawainya selalu dalam kondisi sehat dan fit. Beberapa bahkan menyediakan waktu khusus untuk berolahraga. Ada pula yang menyediakan fasilitas fitnes agar bisa digunakan para pegawai.
Para pegawai biasanya melakukan aktivitas berolahraga dengan hati riang dan sukarela. Namun tindakan perusahaan ini sudah keterlaluan.
Mengutip laman Oddity Central,, Senin, 17 Desember 2018, kebijakan aneh ini diberlakukan sebuah perusahaan real estate di Tiongkok. Perusahaan ini dituduh memberlakukan denda bagi karyawan yang gagal melakukan 180 ribu langkah per bulan.
Mereka yang berani melanggar siap-siap menerima sanksi yang bisa membuat pernapasan jadi sesak. Perusahaan ini mendenda karyawan yang tak capai target didenda sebesar 0,01 yuan (Rp21,14) untuk setiap langkah yang tidak tercapai.
Jalan kaki memang tengah digalakkan di Tiongkok. Banyak pihak mendorong orang-orang semakin memperbanyak jalan kaki. Ada perusahaan yang menyediakan aplikasi penyetel musik agar orang-orang mau berjalan kaki. Ada juga yang merilis aplikasi penghitung langkah.
Di perusahaan ini, para karyawan diwajibkan untuk jalan kaki 180 ribu langkah per bulan. Tak ada alasan yang jelas yang diberikan oleh perusahaan yang bersangkutan.
Mereka yang tak mencapai target siap-siap mencari pinjaman. Pasalnya denda yang ditarik diambil dari gaji.
Seorang karyawan perusahaan yang bernama Xiao mengatakan dia hanya menghasilkan 10 ribu langkah dalam sebulan. Gajinya pun dipotong 100 yuan (Rp211.357) oleh atasannya.
“ Itu sangat menyakitkan,” kata Xiao.
Wanita ini mengatakan setiap harinya karyawan tersebut harus berjalan 9 ribu langkah. Katanya, jumlahnya tidak terlalu banyak. “ Tapi, itu menyakitkan bagi saya,” kata dia.
Xiao mengaku bekerja di bagian departemen SDM. Jalan kaki dari kantor ke stasiun bawah tanah tak membantunya juga. Meskipun ditambah dengan langkah harian, dia tak bisa mencapai target. Paling hanya menghasikan 2.500 langkah per hari. Jumlahnya kurang dari setengah yang dibutuhkan perusahaan.
Cerita ini menjadi viral di Tiongkok pekan lalu. Sebagian besar perusahaan mengkritik perusahaan real estate itu.
“ Perusahannya hanya mencari alasan untuk mengurangi uang (yang dikeluarkan),” kata dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

