Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Ilustrasi
Dream - Jangan anggap remeh kebiasaan mengisi baterai telepon seluler Anda. Sebuah survei membuktikan, rumah tangga Inggris sebetulnya bisa menghemat 600 juta pound sterling (Rp 12,6 triliun) per tahun hanya dengan mematikan gadget mereka.
Peringatan tersebut diungkapkan oleh Energy Saving Trust (EST), sebuah organisasi nirlaba yang menyerukan langkah-langkah hemat energi di Inggris.
Menurut survei yang mereka lakukan untuk menyambut Big Energy Saving Week, EST memperkirakan bahwa dengan membiarkan gadget tetap menyala meski sebenarnya bisa dimatikan akan menambah tagihan biaya energi sekitar 30 poundsterling (Rp 630 ribu) per tahun.
Jumlah gadget di dalam rumah tangga Inggris tercatat telah naik 31 persen sejak tahun 2010,
Kenaikan ini terutama berasal dari dapur, tempat di mana jumlah peralatan dapur yang menggunakan listrik telah meningkat sebesar 58 persen dibandingkan lima tahun yang lalu.
Survei juga menemukan sekira 78 persen orang mengaku meninggalkan setidaknya dua perangkat mereka pada posisi siaga, dan 53 persen meninggalkan televisi di rumah mereka menyala meski saat itu mereka tidak menonton.
Hampir setengah dari orang-orang yang meninggalkan TV dalam posisi siaga sengaja melakukan itu karena merasa lebih nyaman. Dan 22 persen mengatakan hal itu dilakukan karena mereka tidak dapat menjangkau steker atau tidak melihat alasan untuk mematikannya.
Seperlima orang bahkan meninggalkan beberapa televisi tetap menyala sehingga mereka tidak ketinggalan acara saat berpindah ruangan.
Philip Sellwood, kepala EST, seperti dikutip Dream dari laman Dailymail, Selasa, 27 Oktober 2015 mengatakan saat ini ada sebuah lubang hitam yang makin membesar pada tagihan energi karena orang-orang terlena dengan kenyamanan yang ditawarkan mode siaga.
" Orang-orang merasa susah jika harus berjalan untuk mematikan peralatan listrik. Kami sarankan menggunakan satu soket ekstensi untuk menancapkan berbagai peralatan listrik agar semua bisa dimatikan secara mudah," katanya.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
