7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
IHSG Menguat, Bagaimana Dengan Dua Indeks Syariah? (Foto: Merdeka.com)
Dream - Sentimen dari dalam negeri mendorong pelaku pasar kembali yakin terjun ke lantai bursa. Meski indeks bursa regional bergerak varitif, neraca perdagangan Iindonesia yang positif dan prospek baru surat utang Indonesia dari Moody's yang positif sudah cukup meyakinkan pelaku pasar.
Meski belum semua indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan harian, Senin 16 April 2018 menguat tipis. Kenaikan juga dialami indeks saham syariah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat menguat 0,346 poin (0,19%) ke level 187,183. Indeks ISSI menghijau di level 187,039 ketika perdagangan dimulai. Namun, aksi tunggu investor dan kondisi bursa regional yang tak pasti sempat menyeret ISSI melemah dan jatuh ke level terendah 186,689.
Jelang perdagangan berakhir, investor kembali melantai di bursa dan mendorong indeks ISSI kembali terangkat.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak naik 4,856 poin (0,67%) ke level 725,983. JII dibantu oleh 13 emiten unggulan syariah yang ditutup menguat meski ada tekanan dari 17 bluechips.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini kembali lesu. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan tercatat 39,55 miliar lembar saham diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp2,63 triliun.
Nilai jual bersih saham syariah kembali meningkat di awal pekan ini. Asing mencatat nett sell sebesar Rp263 miliar.
Investor banyak memainkan sahamnya di sektor barang konsumsi yang bergerak menguat 0,97 persen. Disusul industri aneka dan manufaktur yang masing-masing tumbuh 0,91 persen dan 0,70 persen.
Saham-saham tambang yang akhir pekan lalu bergerak melemah kali ini dilanda tekanan. Indeks sektor pertambangan melemah 0,52 persen, properti 0,42 persen, industri dasar 0,09 persen, dan perdagangan 0,02 persen.
Bluechip syariah yang menjadi primadona kali ini dihuni UNVR yang harga sahamnya menanjak Rp1.325, diikuti AKRA sebesar Rp200, ASII Rp75, TPIA Rp75, dan SCMA Rp50.
Saham UNTR terkoreksi Rp150, SMGR Rp100, WSKT Rp80, PTBA Rp40, dan ADRO Rp30.
Di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru terkena sentimen negatif. Kurs rupiah terhadap dolar AS melemah 25 poin (0,18%) ke level Rp13.780 per dolar AS. Padahal, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menguat di Rp13.726 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?