Indeks Syariah Cetak Rekor Kenaikan Tertinggi di 2018

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 9 April 2018 16:55
Indeks Syariah Cetak Rekor Kenaikan Tertinggi di 2018
Dana mengalir di bursa saham mencapai Rp3 triliun

Dream - Bursa saham Indonesia mengalami bullish. Setelah beberapa hari terakhir mengalami tekanan, sejumlah indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencetak kenaikan signifikan.

Dua indeks acuan saham syariah, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) bahkan mencetak kenaikan tertinggi sepanjang 2018.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin, 9 April 2018, indeks ISSI melompat hingga 2,914 poin (1,58%) ke level 187,581. Penguatan ini cukup signifikan mengingat ISSI memulai perdagangan dari zona merah di level 184,441. 

Level pembukaan ISSI tersebut menjadi yang terendah diukir sepanjang perdagangan awal pekan ini. ISSI baru menggapai posisi tertinggi pada posisi penutupan. 

Menguat harga saham dari 21 bluechips syariah juga membuat indeks JII mencetak kenaikan tertinggi. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariahini meroket 14,489 poin (2,03%) ke level 728,642.

Transaksi perdagangan saham di awal pekan ini relatif cukup ramai. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, ISSI mencatat transaksi sebanyak 66,04 miliar dengan nilai Rp3,91 tirliun, relatif tinggi untuk perdagangan di awal pekan. 

Aksi beli saham syariah yang " ramai" membuat harga 133 saham syariah terangkat. Namun tekanan masih dialami oleh 106 emiten ISSI lainnya. 

Pemodal asing juga sudah semakin mengurangi aksi jual saham syariahnya. Nett sell asing memang masih terjadi namun nilainya turun tajam menjadi hanya Rp4,41miliar.

Semua indeks sektoral menghijau. Ada dua sektor teratas yang menjadi primadona investor untuk menanamkan modalnya, yaitu indeks industri aneka dan pertanian yang masing-masing meroket 2,49 persen dan 2,38 persen.

Saham UNTR menjadi top gainer bluechips syariah usai meroket Rp2.275.Disusul UNVR yang menguat Rp1.125, ASII Rp225, TLKM Rp120, dan ICBP Rp100.

Sebaliknya, harga saham SMGR Rp200 melemah Rp220, WSKT Rp40, SCMA Rp30, KLBF Rp25, dan PTPP Rp20.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah menguat 31 poin (0,22%) ke level Rp13.747 per dolar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini sempat melemah ke Rp13.790 per dolar AS.

(Sah)

 

Beri Komentar