Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Berkurangnya tekanan jual lokal serta rendahnya nett sel asing membuat indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak nyaman di jalur hijau. Bluechips syariah yang kembali diburu investor turut jadi katalis positif.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 5 April 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat sepanjang perdagangan dan ditutup naik 1,470 poin (0,80%) ke level 184,986.
ISSI memulai perdagangan bursa dengan melaju positif ke level 184,487. Kembalinya aksi beli pemodal lokal membuat indeks acuan saham syariah ini sempat menyentuh level tertinggi 185,297.
Motor penggerak bursa syariah banyak berasal dari laju penguatan saham-saham bluechips syariah. Dengan kenaikan harga saham dari 22 bluechips syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 7,261 poin (1,03%) ke level 715,423.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif lebih aktif dengan 52,7 miliar saham yang beralih tangan. Namun dana yang bergulir hingga sesi paska-penutupan perdagangan turun sedikit menjadi Rp3,13 triliun.
Pemodal asing yang kemarin mencetak nilai beli bersih kembali beralih haluan. Asing kali ini mencetak nett sell tipis Rp66 miliar.
Berbeda dari perdagangan kemarin, investor lebih percaya diri melantai ke bursa saham. Terlihat dari laju indeks sektoral yang sebagian besar bergerak menguat. Hanya indeks sektor keuangan yang selama ini jadi favorit pemodal asing bergerak turun 0,44 persen.
Emiten sektor infrastruktur memimpin laju penguatan dengan kenaikan 1,64 persen diikuti industri dasar 1,48 persen, dan pertambangan 1,44 persen.
Saham Unilever (UNVR) memimpin top gainer saham-saham unggulan syariah dengan kenaikan harga Rp475. Diikuti SMGR yang nik Rp350, UNTR Rp200, PTBA Rp180.dan LPPF Rp100 per saham.
Di sisi top losser, saham-saham unggulan syariah yang mengalami tekanan jual adalah INDF dengan koreksi Rp75, TPIA Rp50, serta ADRO, BRPT, dan SCMA yang masing-masing melemah Rp20 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah bergerak melemah sepanjang hari ini. Meski tak menyentuh level 13.800, dollar AS sore ini bergerak mengaut 7 poin (0,05%) menjadi Rp13.762.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya