Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pangeran Alwaleed Bin Talal, Salah Satu Pangeran Saudi Yang Terseret Kasus Korupsi.
Dream – Pemerintah Arab Saudi berhasil mendapatkan dana lebih dari 400 miliar riyal, setara Rp1.421 triliun dari para tersangka korupsi. Dana tersebut merupakan kompensasi yang bersedia dibayarkan oleh para tersangka yang terdiri dari sejumlah pangeran dan pejabat tinggi.
Nilai uang yang dikembalikan pangeran dan pejabat yang dituduh korupsi tersebut ternyata nyaris sama dengan penerimaan pajak Indonesia di tahun 2017. Kementerian Keuangan menyebutkan penerimaan pajak, diluar cukai, pada tahun lalu mencapai Rp1.424 triliun
" Nilainya diperkirakan mencapai lebih dari 400 miliar riyal yang terdiri dari berbagai aset termasuk real estate, entitas komersial, sekuritas, uang tunai dan aset lainnya," ujar Jaksa Agung Saudi, Syeikh Saud Al Mojeb dalam pernyataan resminya, dikutip dari CNBC, Rabu, 31 Januari 2018.
Dana sebesar itu akan dijadikan sumber pembiayaan utama pemerintah Saudi setelah kondisi keuangannya terganggu akibat rendahnya harga minyak dunia. Kas negara itu diperkirakan mengalami defisit sebesar 195 miliar riyal, setara Rp743 triliun tahun ini.
Pengumuman ini merupakan penanda kesuksesan politik Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, yang memimpin Komite Anti-Korupsi pada November tahun lalu.
Puluhan pangeran, pengusaha dan pejabat tinggi negara terjerat kasus korupsi. Mereka ditahan di penjara mewah yaitu Hotel Ritz-Carlton Riyadh.
Total tersangka yang ditahan ada 381 orang. Sebagian besar dari mereka sepakat membayar dana kompensasi hingga tersisa 56 tersangka yang masih menjalani penahanan saat ini. Syeikh Al Mojeb menyatakan mereka belum bisa dibebaskan lantaran terjerat kasus kriminal lain selain korupsi.
Beberapa tersangka yang dibebaskan adalah orang terkaya Saudi yang juga pemilik Kingdom Holding, Pangeran Al Walid bin Talal. Juga Pangeran Walid Al Ibrahim yang memegang kendali stasiun televisi MBC.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya