Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Menguat, Sektor Industri Menjadi Penggerak Utama Perdagangan.
Dream - Indeks syariah lebih bergairah mengawali perdagangan awal pekan ini. Disokong emiten sektor industri, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) bergerak menguat seharian.
Saham-saham unggulan syariah menjadi motor penggerak laju bursa saham syariah Indonesia. Sokongan pemodal asing membuat laju ISSI dan JII sedikit lebih bertenaga.
Pada pentupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 13 Februari 2017, indeks ISSI menanjak 0,915 poin (0,52%) ke level 175,824. Indeks saham bluechip syariah, JII, juga terus melaju 3,554 poin (0,51%) ke level 705,131.
Secara keseluruhan, kinerja mayoritas indeks sektoral cukup baik. Motor utama perdagangan hari ini adalah industri dasar yang melompat 1,80 persen, disusul keuangan 1,47 persen, dan industri aneka 0,71 persen.
Laju indeks sempat tertekan oleh koreksi indeks sektoral yang masih bergerak lemah. Indeks pertambangan tercatat turun 0,29 persen, pertanian 0,05 persen, dan barang konsumsi 0,04 persen.
Volume transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini sedikit berkurang dengan 93,02 miliar saham yang berpindahtangan. Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4,34 triliun dengan posisi asing mencetak nett sell hingga Rp 111 miliar.
Aksi lepas saham pemodal asing ini sedikit tertahan oleh adanya nett buy pada saham-saham bluechips syariah yang mencapai Rp152 miliar.
Emiten bluechip syariah yang menjadi top gainer hari ini adalah INTP yang harga sahamnya naik Rp800, SILO Rp550, UNTR Rp325, ADHI Rp180, dan AKRA Rp175.
Sebaliknya, emiten bluechip syariah top loser hari ini adalah AALI yang harga sahamnya turun Rp175, LPPF Rp175, UNVR Rp175, ICBP Rp50, dan MIKA Rp40.
Dari pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup perkasa. Nilai tukar mata uang Garuda ini naik 15 poin (0,11 %) ke level Rp13.295 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya