7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Di Dunia Kerja, Terdapat Generasi X, Y, Dan Z. (Foto: Esseninfratel.com)
Dream – Tiap generasi lahir dengan budayanya masing-masing. Dunia kerja saat ini dihuni oleh generasi X, Y, dan Z. Ragam generasi lintas tahun in tentu menuntut dunia kerja untuk menyesuaikan dan mengatur sumber daya manusia lebih baik.
Sekadar informasi, generasi X ini berusia di atas 35 tahun, generasi Y (generasi milenial) berusia 21-35 tahun, dan generasi Z berusia 18-20 tahun.
Berbeda dengan generasi X yang bekerja untuk meraih kemapaman dan kemandirian dalam karier dan ekonomi, generasi Y justru haus akan tantangan baru, mudah penasaran, dinamis, dan bekerja untuk mengoptimalkan potensi mereka.
Hal inilah membuat karyawan generasi milenial disebut sebagai “ kutu loncat”.
Tapi, apakah pandangan itu bisa dibenarkan?
Dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 13 Januari 2017, sebuah platform komunitas online yang menampilkan informasi perusahaan dan lowongan kerja, Jobplanet, mensurvei dan meriset tingkat kesetiaan dari generasi X dan Y terhadap pekerjaan mereka.
Riset ini mengunakan data yang terkumpul di platform ini sejak Agustus 2015-Januari 2017. Jobplanet mengumpulkan para responden berdasarkan umur mereka, yaitu X dan Y. Dari total responden yang sebanyak 88.900 orang, ada 7.100 orang termasuk kelompok karyawan generasi X dan 81.800 orang kelompok karyawan generasi Y.
© Dream
Dari riset itu, ditemukan bahwa generasi Y memiliki tingkat kesetiaan yang lebih rendah terhadap pekerjaan mereka. Ada 76,7 persen responden yang hanya bertahan selama 1-2 tahun di tempat kerja sebelum memutuskan pindah kerja, sedangkan 9,5 persen memilih bertahan.
Sebaliknya, generasi X lebih setia terhadap pekerjaan mereka. Ada 42,5 persen karyawan generasi X yang bertahan di tempat kerja lebih dari lima tahun, sedangkan 10 persen pindah kerja dalam waktu 1 tahun.
Mayoritas karyawan generasi Y hanya bertahan di tempat kerja selama 1-2 tahun dan kebanyakan mereka berusia 21-25 tahun. Karyawan pada usia itu bisa disebut belum lama memasuki dunia kerja. Dalam bekerja, mereka justru fokus pada hal-hal baru dan memperkaya pengalaman kerja. Karyawan generasi Y tidak segan untuk pindah kerja jika merasa tak ada tantangan atau ilmu baru di tempat kerja.
“ Generasi ini (generasi milenial) sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, yaitu generasi X yang sanggup bertahan di sebuah perusahan hingga empat tahun bahkan lebih,” kata Chief Product Officer Jobplanet Indonesia, Kemas Antonius, di Jakarta.
© Dream
Kemas mengatakan Jobplanet juga meriset generasi Z karena generasi ini mulai masuk dunia kerja. Ada 4.550 orang karyawan yang berusia 18-20 tahun yang menjadi responden. Hasilnya, tingkat kesetiaan generasi Z terhadap dunia kerja, paling rendah daripada generasi X dan Y. Sebanyak 57,3 persen responden pindah kerja setelah satu tahun bekerja di suatu tempat.
“ Kebanyakan dari generasi Z ini adalah lulusan SMU dan SMK atau mahasiswa yang bekerja sambil kuliah,” kata dia.
Kemas mengatakan generasi Z memasuki dunia kerja dan berprofesi sebagai karyawan “ kerah biru”. “ (Mereka) tidak segan untuk sering berganti pekerjaan, bahkan lebih sering ketimbang generasi Y,” kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?