Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
ISSI Dan JII Kompak Menguat Hari Ini.
Dream - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali ke level psikologis 6000. Sentimen positif data ekonomi terbaru mendorong pelaku pasar ramai-ramai kembali melantai di bursa saham.
Aksi beli investor jelang sesi penutupan ini membuat dua indeks syariah mantap menutup sesi perdagangan di zona potifi. Emiten sektor industri aneka menjadi " primadona" para investor.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), tercatat menutup perdagangan harian Bursa Efek Indonesa (BEI), Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018, dengan menguat 0,153 poin (0,08%) ke level 181,085.
Indeks ISSI sempat terseret ke zona merah dan menyentuh level terendahnya di 179,722. Di awal sesi ISSI membuka perdagangan dengan menanjak ke level 181,049 dan sempat bertengger di level tertinggi 181,316.
Perdagangan saham syariah mencatat peningkatan nilai transaksi menjadi Rp4,82 triliun meski volumenya turun menjadi 48,42 miliar saham.
Aksi beli mendorong 119 emiten syariah ditutup menguat. Meski berakhir positif, ISSI didominasi koreksi harga saham yang melanda 146 emiten.
Meski 18 emiten bluechips syariah ditutup melemah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) masih bisa menutup perdagangan di zona hijau. Indeks JII naik 2,466 poin (0,36%) ke level 695,687.
Potofolio saham yang dikoleksi pelaku pasar tersebar di emiten-emiten sektor industri aneka, pertambangan, dan keuangan yang masing-masing naik 2,55 persen, 1,63 persen, dan 1,06 persen.
Sebaliknya, indeks sektor properti mengalami tekanan cukup kuat usai terkoreksi 1,27 persen dan perdagangan 1,06 persen.
Emiten keping biru syariah top gainer adalah TPIA yang harga sahamnya naik Rp300, ASII Rp225, PTBA Rp190, INCO Rp120, dan PGAS Rp55.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNTR yang harga sahamnya terkoreksi Rp850, UNVR Rp400, SMGR Rp375, LPPF Rp350, dan WSKT Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 31 poin (0,22%). Kurs rupiah terhadap dolar AS menyentuh Rp13.944 per dolar AS dan menyentuh level terendah di level Rp13.960 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya