Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Ibu Dibjo (Foto: Ibudibjo.com)
Dream - Sosok Ibu Dibjo sudah tidak asing dalam dunia jual beli tiket. Ibu Dibjo turut andil menjual tiket mulai dari konser, pertandingan sepak bola hingga event-event besar internasional.
Wanita bernama lengkap Ida Kurani Soedibyo itu memulai bisnis jual beli tiket pertunjukan sejak pertengahan 1960. Bisnis tersebut ternyata dimulai karena ketidaksengajaan untuk membantu sang suami.
Pada tahun 1963, suaminya berencana membangun sebuah sekolah di daerah Menteng, Jakarta Pusat, pada tahun 1963. Ibu Dibjo lantas membantu dengan cara menjual tiket pemutaran film di Hotel Indonesia.
Dikutip dari Merdeka.com, dia menjual tiket di rumahnya di Jalan Cikini Raya No. 10, Jakarta Pusat. Selain di rumah, tiket tersebut dijual secara door-to-door.
Berawal dari aksi mulia, bisnis Ibu Dibjo justru berkembang pesat. Penyelenggara semakin memercayakan penjualan tiketnya kepada Dibyo.
Saat event di Indonesia semakin berkembang, Ibu Dibyo merambah penjualan tiket lain seperti konser hingga olahraga.
Pencapaian terbesarnya, terjadi pada 1975, saat dirinya dipercaya menjadi distributor resmi tiket konser grup disko yang terkenal pada 1970'an, Boney M.
Namun Ibu Dibjo tutup usia pada 13 Maret 2002. Bisnisnya kemudian diteruskan oleh putri ketiganya, Nuska Sri Sulistiyowati. Bersama dengan dua orang saudaranya, Nuska bekerja sama mengembangkan bisnis orang tuanya tersebut.
Melihat dari Instagram resminya @ibudibjoticketbox, bisnis jual beli tiket ini berkembang dengan menjual tiket berbagai event seperti konser artis luar negeri. Postingan terakhirnya (16 Mei 2023) menjual pertandingan antara Liverpool Vs Bayern Munchen di Singapura.
Dream - Warga asli Bogor, Jawa Barat pasti takkan aneh mendengar nama Toko Mega Segar. Di Kota Hujan, Mega Segar dikenal sebagai nama toko yang berjualan baju sejak masa-masa awal kemerdekaan Indonesia dan masih eksis hingga sekarang.
Di tengah banyaknya mal, kios baju, butik, sampai toko online, Toko Mega Segar yang sudah beroperasi sejak pertama kali di tahun 1967 menawarkan berbagai fashion, bahkan dengan merek yang saat ini jarang ditemui.
Toko Mega Segar bisa dijumpai saat mengunjungi Kota Bogor. Barang-barang yang dijual dipastikan keasliannya dan jauh dari istilah KW.
Bagaimana potret toko lawas yang sudah dibangun puluhan tahun ini? Berikut ulasannya.
TikToker dengan akun TikTok @pinotjohnny berkesempatan untuk bertandang ke toko yang beralamat di Jalan Suryakencana No 266 tersebut. Dilihat lokasinya, berada di perempatan gang aut Bogor.

Awalnya Toko Mega Segar dibangun sebagai toko sembako pada tahun 1942 oleh ayah Om Awi yang sekarang mengelolanya.
Namun pemiliknya memutuskan mengubah barang yang dijual dengan menawarkan berbagai item fashion sejak 1967. Toko yang sudah berdiri sekitar 56 tahun ini menjual beberapa merk jadul yang ditemukan seperti celana Elviti, Amco hingga Lea.

“ Dulu ga ada barang palsu, sampai sekarangpun yang dijual barang asli,” tulis keterangan video dikutip Minggu, 30 April 2023.
Bangunan toko ini juga disebut masih asli sejak 1942. Bahkan plafon tokonya masih memakai kayu yang dicat putih. Ketika masuk ke dalam toko, seperti kembali ke masa lalu. Dengan berbagai barang klasik.
Penataan bajunya masih mempertahankan zaman dulu, dengan cara digantung di atas.

Sandal-sandal dan sepatu kulit zaman dahulu masih terjejer rapi di dalam etalase. Hingga parfum merek jadul juga bisa ditemui.
“ Ada sandal dan sepatu kulit jaman dulu dari kulit asli yang sudah jarang ditemui di toko modern,” tulis keterangan postingan.

Menariknya, barang-barang yang sudah dibeli masih dibungkus menggunakan kertas. Masih adakah hal seperti ini di kotamu?

Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
