Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Indeks saham syariah lagi-lagi ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Kamis 13 Oktober 2016. Sentimen negatif dari melemahnya bursa saham global akibat turunnya harga komoditas membuat saham syariah di level “ merah”.
Kabar mencemaskan muncul dari keyakinan bank sentral As, The Fed, yang kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuannya sebelum akhir tahun ini.
Papan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia menutup Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) di zona merah dengan melemah 1,167 poin (0,66%) ke level 176,610. Sementara indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 4,308 poin (0,58%) di level 733,880.
Pelaku pasar mentransaksikan 27,93 miliar lembar saham dengan nilai Rp4,08 triliun. Aksi jual saham syariah dilakukan pemodal asing dengan mencatat nett sell hingga Rp 826 miliar.
Aksi jual tersebut menyeret 124 saham syariah ke teritori negatif. Sementara aksi beli investor hanya mampu mengangkat harga saham 58 emiten syariah. Sedangkan 48 saham bertahan stagnan.
Emiten-emiten yang menekan kinerja perdagangan bursa saham kali ini berasal dari sektor sektor perdagangan 10,701 poin (1,27%), disusul industri aneka 15,279 poin (1,11%), konsumer yang turun 20,735 poin (0,83%), dan sektor manufaktur 10,544 poin (0,74%).
Dua indeks sektoral masih bisa bergerak menguat yaitu emiten keuangan yang naik 0,05 persen dan infrastruktur 0,36 persen.
Sepanjang perdagangan hari ini, tiga teratas emiten syariah pencetak top gainer adalah SILO yang menguat Rp400, UNTR Rp300, dan AKRA Rp50. Sebaliknya, top losser saham bluechips syariah ditempati UNVR yang sahamnya turun Rp500, ICBP Rp325, dan INTP Rp250.
Dari pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar juga ditutup melemah di level Rp13.0444 per dolar AS atau terpangkas 34 poin (0,26%). Nilai tukar rupiah sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp13.010 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya