Ngeri, Pria Ini Pecahin Jerawat yang Ternyata Kanker Ganas

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 1 Oktober 2019 09:36
 Ngeri, Pria Ini Pecahin Jerawat yang Ternyata Kanker Ganas
Setelah dipencet luka jerawat malah semakin parah dan menghitam.

Dream - Melihat jerawat yang tumbuh di wajah memang bikin gemas. Apalagi jika kondisinya sudah besar, terasa sedikit nyeri dan kemerahan. Rasanya ingin segera memencetnya.

Hal itu juga dialami oleh seorang pria asal Guangdong, Cina (51). Pria yang disembunyikan identitasnya itu memencet jerawat yang tumbuh di dahinya. Ia pikir itu jerawat biasa yang akan kempes dan mereda setelah beberapa hari dipencet.

Beberapa hari kemudian, luka jerawat tersebut tak mereda. Malah kondisinya semakin parah. Tumbuh menjadi lebih padat dan kehitaman. Pria tersebut akhirnya memeriksakan diri ke dokter.

1 dari 5 halaman

Kanker kulit

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pria tersebut didiagnosis dokter terkena squamous cell carcinoma (SCC). Kanker ini merupakan jenis kanker kulit paling umum. Jerawat yang dipencet pria tersebut merupakan tumor ganas yang umum yang mulai memborok dan berdarah setelah pecah.

 Mitos Tahi Lalat© dream.co.id

Untuk mengatasi luka dan meredakan penyebaran kanker, pembedahan bisa jadi solusi. Sayangnya, pembedahan tak bisa dilakukan karena ada risiko kerusakan saraf mata yang bisa menyebabkan kelopak mata pria tersebut menutup secara permanen.

2 dari 5 halaman

Transplantasi

Luka kanker yang awalnya disangka jerawat, kondisinya sudah mengalami komplikasi. Untuk mengatasi hal itu, dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan transplantasi. Yaitu kulit dari bagian tubuh lain dihilangkan dan kemudian dicangkokkan ke daerah yang sakit.

 Perkasa! Ini yang Dihadapi Para Ibu Saat Operasi Caesar© MEN

Jadi, sebagian dari kulit lengannya diambil dan kemudian dicangkokkan ke wajahnya untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh tumor. Operasi pun dilakukan selama 5 jam.

Dokter berhasil mencangkokkan kulit dengan sukses dan pria tersebut masih hidup. Perawatan lanjutan tetap dilakukannya. Dokter pun mengingatkan untuk selalu mengenakan tabir surya saat keluar ruangan, demi mengurangi risiko kanker.

Sumber: World of Buzz

3 dari 5 halaman

Punya Tahi Lalat `Aneh`, Hati-hati Kanker Kulit Paling Ganas!

Dream - Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang mengancam tubuh manusia. Potensi terkena jenis kanker ini cukup besar untuk masyarakat yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia yang terkena paparan sinar matahari lebih besar dibanding negara lain. 

Diantar dereten jenis sinar ultraviolet (UV) yang paling berbahaya dan adalah UV A dan UV B. Kedua UV tersebut berperan besar menimbulkan munculnya melanoma.

" Pekerjaan yang paling rentan terkena melanoma adalah pekerjaan yang paling banyak berada di luar ruang, seperti petani. Profesi itu disebutnya kronik menahun, karena terpapar setiap hari sinar UV," tutur Aida Sofiati Dachlan, praktisi kanker di RS Dharmais, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

 Ini Ciri-ciri Tahi Lalat Berbahaya© MEN

Bukan berarti para pekerja yang menghabiskan waktu di dalam ruangan bebas dari kemungkinan terkena melanoma. Aktivitas bertraveling di akhir pekan juga bisa memicu risiko terkena melanoma.

" Saat itulah dia terkena sinar matahari dengan intensitas cukup tinggi. Golongan orang yang terkena sinar matahari hanya pada sabtu-minggu itu disebut intermitten," imbuh Aida.

4 dari 5 halaman

Lantas, apakah yang disebut Melanoma dan bahayanya bagi kulit?

Melanoma adalah kanker kulit yang berasal dari sel melanosit di dalam tubuh. Sel ini berwarna kehitaman atau kecoklatan. Melanoma merupakan bentuk paling ganas dari kanker kulit karena suka menyebar dengan cepat ke berbagai organ tubuh seperti jantung, hati, dan otak.

" Makin dalam melanoma di kulit, makin mudah menyebar. Bisa terjadi di mana saja, baik pria maupun wanita," jelas Aida.

Meski bisa diobati, banyak masyarakat kurang sadar mengenai penyakit melanoma ini. Umumnya pasien baru berobat setelah melanoma memasuki stadium lanjut. 

" Biasanya terjadi pada usia 52-59 tahun. Biasanya pada laki-laki, banyak terjadinya di badan, sedangkan untuk wanita di tungkai bawah (telapak kaki). Yang lebih mudah terkena melanoma adalah orang yang berkulit terang," lanjutnya.

Menurut Aida, melanoma tak selamanya disebabkan paparan UV. Faktor genetik dan riwayat dalam keluarga juga dapat mempengaruhi seseorang terkena melanoma. Untuk itulah, pemeriksaan sedini mungkin menjadi sangat penting.

 

5 dari 5 halaman

Upaya Pencegahan

Untuk mencegah badan terkena Melanoma, Aida menjelaskan ada beberapa pemeriksaan sederhana yang bisa kamu lakukan sendiri. Pemeriksaan ini dimulai dengan berdiri tanpa busana di depan cermin sebesar tubuh. Periksalah bagian dada, punggung, paha, dan kaki dengan bantuan cermin kecil.

" Carilah bentuk seperti tahi lalat yang mengalami perubahan bentuk (assymetry), tak memiliki garis tepi yang jelas, warnanya berubah-ubah tidak merata, ukurannya lebih besar dari 6 mm, dan membesar secara cepat," tutur Aida.

Tak cuma bagian tubuh tadi, kamu juga harus memeriksa kulit kepala dengan bantuan hair dryer. Carilah bentuk seperti tahi lalat yang memiliki ciri-ciri seperti di atas.

" Jika menemukan tahi lalat yang aneh, sebaiknya segera periksakan ke dokter, untuk diketahui bahaya atau tidaknya, serra mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak terlambat. Karena melanoma itu berdampak pada kematian," kata Aida.

Beri Komentar