Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi
Dream - Muntah pada anak bukan kondisi yang bisa dibilang sepele. Apalagi jika disertai buang air besar sangat sering. Jika dibiarkan, bisa memicu dehidrasi hingga kehilangan kesadaran.
Penyebab muntah yang paling umum adalah viral gastroenteritis atau dikenal juga sebagai flu perut. Flu ini bisa berlangsung selama beberapa hari atau lebih dari satu minggu.
Muntah dan buang air yang disebabkan virus ini tak perlu mengonsumsi obat. Hanya perlu banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
" Muntah dan diare karena virus akan sembuh dengan sendirinya. Bisa minuman cairan oralit agar tubuh tak terlalu lemas. Untuk buang air besar juga demikian, tidak boleh dihentikan, karena justru dengan buang air besar virus bisa keluar dari tubuh," kata Lana Goldfein, salah satu dokter anak.
Jika anak muntah berulang kali disertai gejala seperti demam, lesu, atau disertai buang air besar berdarah, segera bawa ke rumah sakit. Biasanya muntah dengan buang air besar yang berdarah dipicu oleh bakteri. Hal ini biasanya harus diatasi dengan pemberian antibiotik.
Keracunan makanan juga bisa menyebabkan anak muntah terus-menerus. Apabila sebelum muntah anak makan-makanan yang tidak segar atau berbau, segara periksakan ke rumah sakit.Saat anak muntah, ini berarti ada banyak cairan yang keluar dari tubuhnya.
Risiko yang mungkin muncul adalah dehidrasi. Untuk menghindari, setelah muntah berikan segelas air hangat. Tapi jika anak buang air kecil lebih sering dari biasanya, tidak ada air mata saat menangis, bibirnya pecah-pecah, dan kulitnya terlihat keriput, segera bawa ke UGD. Kondisi tersebut mengindikasikan kalau si kecil mengalami dehidrasi dan harus segera diinfus.
Sumber: Todays Parents
(Sah/Laporan Nanda Febriani)
Baca Juga: Ayah Bunda, Yuk Siapkan Mental Menyambut Si Kembar Kisah Para Penyemangat Anak Penderita Kanker Bahaya Paksa Anak Kidal Jadi 'Normal' Memberikan Vitamin pada Si Kecil, Perlukah? Bekali Kemampuan Ini Sebelum Anak Masuk TK Ajarkan 4 Hal Ini Agar Anak Aman ke Sekolah Kunci Agar Buah Hati Jadi Pribadi Penuh Empati Trik Dekorasi Kamar Mandi Seru untuk Si Kecil
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari