6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Para peneliti dari Concordia University menyebut, tingkat hormon stres seseorang yang optimistis lebih stabil dibandingkan yang pesimistis.
" Pada hari-hari mereka mengalami stres lebih tinggi daripada rata-rata. Saat itulah kita melihat respon stres. Orang pesimistis jauh meningkat dan mengalami kesulitan mengontrolnya," kata Joelle Jobin, peneliti kandidat Ph.D. kandidat psikologi klinis di universitas, Joelle Jobin, Jumat 5 Febuari 2016.
Dikutip Hufftingtonpost, penelitian dilakukan selama enam tahun dengan melibatkan 135 orang usia lebih dari 60 tahun. Dan dicatat dalam jurnal health pshycology.
Selama 12 hari yang berbeda sepanjang periode itu, peneliti mengumpulkan sampel air liur lima kali sehari. Hal ini untuk mengukur tingkat hormon kortisol mereka.
Kortisol merupakan hormon yang diproduksi kelenjar adrenal yang akan keluar jika seseorang mengalami stres. Hormon ini juga meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah
Dalam penelitian itu para peserta diminta berapa kali merasa stres atau kewalahan melakukan beberapa hal.
Kemudian, peneliti membandingkan tingkat kortisol peserta pada setiap harinya. Peneliti pun menemukan tingkat kortisol berkurang saat seseorang bersifat optimis dan begitu sebaliknya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
