Lebih Banyak Berdiri di Kantor, Lebih Banyak Duduk di Rumah

Reporter : Ramdania
Sabtu, 13 Februari 2016 09:30
Lebih Banyak Berdiri di Kantor, Lebih Banyak Duduk di Rumah
Terlalu banyak duduk memberikan dampak buruk bagi kesehatan karena meningkatkan risiko obesitas.

Dream - Menggunakan standing desk atau 'meja berdiri' di kantor mungkin dapat berpengaruh pada berapa banyak waktu yang Anda habiskan duduk-duduk di kursi di rumah Anda, menurut sebuah studi baru tentang perilaku duduk.

Temuan ini menyindir kita bahwa, jika berbicara masalah kebiasaan sehat dan olahraga, manusia secara mengejutkan menjadi musuh terburuk bagi dirinya sendiri.

Seperti dikutip dari Gulf News, Sabtu, 13 Februari 2016, para ilmuwan sepakat bahwa terlalu banyak duduk sangat buruk bagi kesehatan kita. Duduk dalam waktu yang lama telah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes dan gangguan metabolisme lainnya, penyakit jantung dan bahkan kematian dini.

Tapi sangat sulit untuk tidak duduk, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Studi terdahulu tentang pekerja kantoran mengatakan sebagian besar menghabiskan sekitar 10 jam atau lebih setiap hari, dengan mayoritas waktu duduk terjadi di tempat kerja. 

Statistik tersebut menjelaskan semakin populernya standing desk atau meja berdiri, yang memungkinkan orang berdiri untuk setidaknya selama setengah hari kerja mereka.

Dalam percobaan, karyawan yang menerima meja berdiri umumnya mengurangi jumlah waktu yang mereka habiskan untuk duduk selama jam kerja, setidaknya dalam jangka pendek, dan sering melaporkan merasa lebih energik dan produktif.

Tetapi efek nyata dari meja berdiri di kantor belum pernah diteliti di masyarakat umumnya. Dan penggunaan meja berdiri di kantor menyebabkan kompensasi fisiologis saat jauh dari kantor juga tidak diketahui.

Karena itulah peneliti dari Loughborough University di Inggris dan Victoria University di Australia melakukan penelitian yang hasilnya diterbitkan pada bulan Oktober 2015 di Medicine & Science in Sports & Exercise.

Para peneliti meminta 40 pekerja kantor universitas yang pekerjaannya banyak duduk untuk memakai dua jenis monitor aktivitas selama 14 hari. Satu monitor melacak perubahan postur yang mengungkapkan berapa banyak seseorang duduk atau berdiri. Yang lain melacak aktivitas fisik lainnya.

Kemudian peneliti meminta semua relawan bekerja dengan workstation yang dilengkapi meja berdiri selama seminggu, kemudian selama enam minggu dan kemudian lagi selama tiga bulan. Dalam setiap periode, para relawan mengenakan monitor di tempat kerja dan di rumah.

Kemudian para peneliti meneliti bagaimana pola aktivitas sehari-hari berubah setelah mereka mulai menggunakan meja berdiri. Dan ternyata terjadi perubahan. Sebelum menerima meja baru, sebagian besar pekerja telah menghabiskan sekitar 10 jam setiap hari di kursi, di kantor atau di rumah, dan kurang dari lima jam berdiri.

Setelah seminggu dengan meja baru, para pekerja berdiri selama hampir 6 1/2 jam setiap hari - saat di kantor dan rumah - dan duduk kurang dari 8 1/2 jam.

Perubahan besar-besaran terjadi selama periode penelitian tiga bulan. Setelah enam minggu, para pekerja berdiri selama sekitar enam jam sehari, dan setelah tiga bulan, waktu berdiri sehari-hari mereka jatuh ke sekitar 5 1/2 jam dan waktu duduk mereka telah naik kembali ke sekitar sembilan jam.

Dari percobaan itu, peneliti melihat ada pola aktivitas sehari-hari para relawan yang berubah. Peneliti menemukan bahwa meski waktu duduk para pekerja berkurang di kantor, mereka menghabiskan lebih banyak waktu duduk di rumah daripada di awal percobaan.

" Tampaknya relawan mengkompensasi waktu duduk yang kurang saat bekerja dengan bergerak dan duduk lebih banyak di rumah," kata Stacy Clemes, seorang profesor ilmu olahraga di Loughborough University yang melakukan penelitian dengan Maedeh Mansoubi, seorang mahasiswa pascasarjana, dan rekan lainnya.

Efek langsung dari penggunaan meja berdiri, dengan kata lain, adalah mampu mengurangi jumlah total waktu mereka duduk setiap hari di kantor tapi mendorong mereka duduk lebih banyak di rumah.

Dinamika ini terlihat jelas dan dipercepat sepanjang tiga bulan penelitian. Apakah dampaknya bisa lebih baik atau lebih buruk setelah jangka waktu lama masih belum diketahui, meskipun Clemes dan rekan-rekannya sedang mempelajari masalah itu.

Untuk saat ini, katanya, pesan dari percobaan ini adalah bahwa seseorang yang ingin mengurangi banyak duduk harus " berpikir dengan sadar" tentang perilakunya sepanjang hari, terutama saat jauh dari kantor.

" Berdiri dan berjalan-jalan selama TV menayangkan iklan, misalnya," katanya.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam