Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Dikenal karena kaya manfaat sebagai asupan makanan, alpukat ternyata bekerja dengan sangat baik untuk menjaga kesehatan kamu tetap terkendali.
Sebuah penelitian terbaru bahkan menemukan jika mengonsumsi minimal satu alpukat setiap hari dapat membantu meningkatkan aktivitas otak pada orang dewasa yang mengalami obesitas.
Alpukat diketahui dapat membantu meningkatkan kemampuan fokus mereka sekaligus lebih penuh perhatian terhadap sesuatu.
Untuk studi ini, para peneliti melakukan survei pada lebih dari 84 orang yang mengalami obesitas selama 12 minggu. Salah satu yang jadi perhatian adalah asupan makanan yang mereka santap sehari-hari.
" Pekerjaan sebelumnya telah menunjukkan bahwa individu yang kelebihan berat badan dan obesitas berada pada risiko lebih tinggi untuk penurunan kognitif dan demensia di usia yang lebih tua," kata pemimpin penelitian Naiman Khan dari University of Illinois di AS.

" Kami tertarik apakah pendekatan diet mungkin memiliki manfaat untuk kesehatan kognitif, terutama di usia paruh baya," tambah Khan.
Karena alpukat kaya akan lutein yang merupakan komponen yang diketahui membantu kesehatan kognitif, mereka dapat membantu meningkatkan aktivitas otak.
Individu dibagi menjadi dua kelompok, dan makanan mereka terdiri dari kalori dan makronutrien yang sama.
Satu-satunya perbedaan dalam makanan mereka adalah bahwa satu kelompok menerima alpukat segar setiap hari, sementara yang lain tidak.

Para peserta juga diminta untuk menyelesaikan tiga tes kognitif di awal dan di akhir penelitian. Tingkat lutein mereka juga diukur selama survei berjalan.
Peneliti dapat menemukan bahwa pada akhir penelitian, kelompok yang mengkonsumsi alpukat dapat mengerjakan salah satu tes kognitif lebih baik, yaitu tes yang berfokus pada lamanya waktu seseorang dapat berkonsentrasi secara mental pada aktivitas tertentu, untuk menyelesaikan tugas meskipun ada distraksi.

Namun, tidak ada perbedaan dalam dua tes lainnya.
" Bisa jadi nutrisi dalam alpukat memiliki tindakan spesifik di otak yang mendukung kemampuan untuk melakukan tugas tersebut secara khusus, atau mereka bisa lebih bermanfaat untuk kemampuan kognitif tertentu daripada yang lain," kata Khan.
" Mungkin juga dengan studi yang lebih lama atau tes berbeda, kita bisa melihat efek lain. Studi lain telah menemukan efek yang lebih luas pada populasi lain, jadi menarik untuk melihat manfaat yang lebih spesifik untuk populasi ini," tambah Khan.
(Sah, Laporan: Raissa Anjanique/ Sumber: Miss Kyra)
Dream - Selain mengandung banyak vitamin dan asam lemak yang baik bagi tubuh, alpukat memiliki manfaat lain, lho Sahabat Dream.
Kamu ternyata bisa menurunkan kolesterol dengan menyantap buah berwarna hijau ini.
Tentu ini kabar baik buat kamu yang sedang melakukan program diet. Kamu bisa menambahkan buah ini untuk mencegah obesitas.
Sebuah penelitian membuktikan bahwa alpukat mampu menunda lapar dan membuat kamu cepat kenyang.
© Dream
Hal tersebut dilihat dari beberapa faktor, seperti seberapa lapar seseorang setelah mengonsumsi alpukat, seberapa kenyang dan apa yang mereka rasakan setelah 6 jam kemudian.
Lebih dari 31 orang berpartisipasi dalam penelitian tersebut dan membuktikan jika konsumsi alpukat mampu menyeimbangkan kadar insulin dan gula darah. Sehingga mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes.
Tidak hanya itu, alpukat juga memiliki lemak baik dan serat untuk dikonsumsi sehari-hari saat diet.
" Bertahun-tahun, lemak merupakan sebab utama obesitas. Dan kini karbohidrat sedang diamati pengaruhnya terhadap rasa lapar serta berat badan," ujar pemimpin penelitian, Britt Burton-Freeman.
" Setiap orang memiliki komposisi makan yang berbeda-beda saat ingin mengontrol nafsu makan. Namun, memahami kandungan makanan dan pengaruh psikologisnya dapat membantu mengetahui potensinya untuk mengontrol nafsu makan serta mencegah risiko obesitas," tambahnya.
© Dream
Kesimpulan penelitian tersebut membuktikan bahwa alpukat mampu melawan obesitas dengan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama serta mengandung serat yang bisa memperlancar pencernaan.
(Sah, Sumber: Misskyra)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya