Wanita Langka, Ingat Masa Bayinya Secara Rinci

Reporter : Ratih Wulan
Rabu, 26 April 2017 09:44
Wanita Langka, Ingat Masa Bayinya Secara Rinci
Rebecca mampu mengingat kejadian di masa lalunya, bahkan saat masih berumur 12 hari.

Dream - Seorang perempuan asal Queensland, Australia, Rebecca Sharroc memiliki kemampuan mengingat luar biasa. Perempuan berusia 27 tahun ini sebenarnya adalah seorang penderita autisme dengan Highly Superior Autobiographical Memory (HSAM).

Kondisi tersebut membuat perempuan mampu mengingat apapun yang pernah dia alami. Dia pun tak bisa melupakan gaun yang membuatnya gatal-gatal di ulang tahun pertamanya.

metro© dream.co.id

" Di awal hidupku, aku akan menghabiskan banyak waktu di tempat tidurku melihat mainan di sekitarnya dan kipas berdiri di sampingku," tulis Rebecca di blognya.

Kenangan pertama dimulai saat dia berusia 12 hari. " Ayah membawaku ke kursi pengemudi dan menaruhku di atasnya untuk difoto," kenang Rebecca.

" Sebagai anak yang baru beberapa hari lahir, aku penasaran seperti apa alas kursi itu dan kemudi di atasku," lanjutnya.

 

1 dari 2 halaman

Malah Buat Hidup Tersiksa

Di dunia ini, hanya ada sekitar 60 orang dengan HSAM. Salah satu di antaranya yaitu Rebecca. Saat ini, dia terlibat dalam dua penelitian tentang memori.

Meski terlihat keren, tapi kondisi tersebut kadang membuat dia tersiksa.

metro© dream.co.id

" Kondisi ini membuat aku tidak dapat melupakan hari-hari dalam hidupku. Dan aku juga terus menghidupkan kembali masa laluku (secara emosional) dengan detail yang jelas," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Kakek Justru Idap Alzheimer

Di hari ulang tahunnya Rebecca menjelaskan, " Pada hari itu juga orangtuaku memberi mainan mewah Minnie Mouse, yang wajahnya membuatku ketakutan. Meski aku tidak dapat mengungkapkan ketakutanku melalui kata-kata, tapi aku akan menangis dan mendorong mainan itu jauh-jauh."

Dalam salah satu acara televisi Australia, 60 Minutes, Rebecca mampu menyebutkan bab mana kalimat acak dari novel Harry Potter yang dibacakan untuknya.

Meski memiliki ingatan yang luar biasa, kakek Rebecca ternyata menderita Alzheimer. Karena kondisi sang kakeklah, Rebecca terlibat penelitian tentang memori bersama University of California, University of Queensland, dan Queensland Brain Institute.

 

(Sumber: Metro)

Beri Komentar