Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Putri Kuswisnu Wardani (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Sosok Putri Kuswisnu Wardani adalah generasi kedua penerus bisnis Mustika Ratu yang terkenal awet muda. Wanita kelahiran Jakarta, 20 September 1959 ini memiliki kecantikan alami khas perempuan Indonesia.
Menjelang usianya yang hampir 60 tahun, kulit Putri terlihat masih begitu kencang dengan berat badan ideal. Namun siapa sangka CEO Mustika Ratu ini pernah mengalami kelebihan berat badan hingga 17 kilogram.
Ditemui di acara Blogger Gathering Fit & Health Sliming Tea bersama Dream.co.id dan Mustika Ratu, Putri mengaku sempat kesulitan menurunkan berat badan pasca melahirkan.
"Pada saat melahirkan 33 tahun yang lalu, saya kelebihan berat badan 17 kilogram. Padahal itu sudah keluar ari-ari dan ketuban," tutur Putri di Twin House, Jakarta Selatan pada Rabu, 22 Februari 2017.
Namun berkat ketelatenannya mengonsumsi jamu, Putri berhasil mengembalikan berat badan ke ukuran semula. Yang mencengangkan, Putri cuma butuh waktu 3,5 bulan.
"Saya sudah menopause ya kalau sekarang. Tapi dulu sampai umur 52 tahun berat hanya 45 kilogram. Sekarang hampir 60 tahun berat naik 10 kilogram jadi 55 kilogram," imbuhnya.
Diakui Putri, bertambahnya usia memang akan berpengaruh terhadap melambatnya proses metabolisme. Oleh karena itu, harus banyak usaha untuk melancarkan pencernaan, termasuk mengeluarkan lemak jahat dari dalam tubuh.
Selain mengonsumsi produk-produk jamu yang tebuat dari bahan alami, Putri mengimbanginya dengan olahraga sehingga tidak menimbulkan risiko lain. Selanjutnya, Putri juga menjaga asupan air putih minimal 7-8 gelas sehari.
"Nanti setelah melewati batas 35-40 tahun, kalian akan mulai merasakan penurunan fungsi tubuh. Jadi kalau dari muda nggak dijaga dengan benar maka akan terasa saat tua," terangnya lebih lanjut.
Namun sayangnya, sejauh ini masih banyak ketakutan mengenai efek samping jamu terhadap kesehatan ginjal. Oleh karena itu, Putri menyarankan untuk mengonsumsi air putih dalam kondisi hangat.
"Bubuk jamu nggak bahaya asal didorong keluar dengan air. Kalau bisa dengan air hangat. Sudah ada riset minum air hangat 2-3 gelas di pagi hari dan setelah makan dapat meluruhkan lemak-lemak yang kita makan. Bayangkan wastafel saja kalau nggak dikasih bubuk luruhnya lama. Apalagi usus kita akan dipakai sampai tua nanti," pungkasnya.(Sah)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?