5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Masalah keuangan bisa menimpa siapa pun. Baik mereka yang masih duduk di bangku sekolah maupun para karyawan yang sudah memiliki pekerjaan tetap.
Mulai dari kebutuhan yang mendesak, tumpukan utang serta masalah keuangan lainnya. Kondisi keuangan yang bermasalah ini harus segera diatasi.
Pasalnya, uang ternyata pemicu umum masalah kesehatan jantung kaum muda dan mereka yang sudah berusia paruh baya.
Hal ini terkuak dalam penelitian yang dipublikasi dalam Journal Circulation. Para ilmuwan mengumpulkan data dari hampir 4.000 orang selama 15 tahun, mulai dari saat mereka berusia 23 tahun hingga 35 tahun.
Penghasilan, utang serta kondisi keuangan mereka dianalisis. Termasuk juga menganalisis catatan medis terkait kesehatan jantung.
Selama masa studi, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang mengalami lebih banyak masalah pendapatan berisiko lebih dari dua kali lipat mengalami masalah jantung, dan hampir dua kali lipat risiko kematian dini. (ism)
Kondisi tersebut dibandingkan dengan mereka yang memiliki pendapatan lebih stabil. Sebagian besar ketidakstabilan pendapatan dihasilkan dari periode pengangguran atau pemotongan gaji setelah berganti pekerjaan.

" Kami menyimpulkan bahwa penurunan pendapatan atau perubahan pendapatan akan mengakibatkan stres akut yang bisa memicu masalah jantung serius. Hal ini bukan hanya terjadi pada yang sudah berusia lanjut tetapi juga yang masih muda," Tali Elfassy, salah satu peneliti yang juga asisten profesor Epidemiologi dari Departemen Kesehatan Publik dari University of Miami.
Stres juga dapat berkontribusi terhadap obesitas yang merupakan faktor utama dari penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Memiliki status sosial ekonomi yang lebih rendah juga dapat berkaitan dengan kesehatan jantung yang buruk.
Hal ini karena orang-orang dengan pendapatan rendah atau tidak stabil akan lebih banyak merokok dan lebih jarang berolahraga serta pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatannya sehingga dapat menambah risiko masalah jantung.
Laporan Ava Haprin/ Time.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?