(Foto: Boldsky)
Dream - Bagi sebagian perempuan, melihat kuku yang semakin tumbuh memanjang sungguh menyenangkan. Pasalnya dapat membuat jari-jari terkesan menjadi lebih ramping dan lentik.
Seperti yang dirasakan Simone Taylor, perempuan yang memiliki hobi memlihara kuku. Namun, kegemarannya ini dianggap 'gila' sekaligus unik karena membiarkan kukunya memanjang secara ekstrem selama tiga tahun terakhir.
Simone disebut terobsesi dengan kukunya, sehingga membuatnya tidak ingin memotong kuku-kuku tangannya. Bahkan, ia rela mengubah kebiasaan dalam menjalankan tugas sehari-hari daripada merusak kukunya.

Menurut laman Boldsky, Simone pada awalnya tak berniat menumbuhkan kuku hingga selama itu. Namun, banyaknya pujian membuatnya terlena dan membiarkan kukunya terus tumbuh.
" Selama tahun pertama saya selalu berpikir aku akan memotongnya besok, tapi aku tidak pernah melakukannya," ungkap Simon.

Selanjutnya, pada awal tahun 2014 Simone malah memutuskan untuk menonton beberapa tutorial untuk belajar cara melukis kuku-kukunya. " Saya kira bisa dikatakan bahwa kecanduan saya dimulai hari itu dan saya takut menggunting kuku sejak itu," imbuhnya.
© Dream
Untuk menguatkan kukunya, Simone menggunakan dua lapis pengeras kuku dan juga menerapkan minyak kutikula saat mengecat kuku. Sedangkan untuk menjaga agar tangan tetap higienis, dia membersihkan sisi bawah dengan cotton bud setiap hari.

Sejak saat itu, Simone berhenti main voli atau basket. Membuat guru olahraganya terus berusaha membujuk Simon untuk memotong kukunya. Namun sayangnya, upaya itu tak pernah berhasil meskipun nilai olahraganya benar-benar buruk.
Selain olahraga, Simone sebenarnya juga mengalami kesulitan untuk memegang penadan berjuang menulis selama ujian. Dia juga belajar menggunakan buku-buku jarinya untukmengetik komputer.
Advertisement


Mengapa Hari Ini Sangat Produktif, tetapi Besok Sulit Fokus? Ini Penjelasan Ilmuwan

Stres dan Kesehatan Mental Ternyata Bisa Berkaitan dengan Gangguan Kandung Kemih yang Kita Alami

Benarkah Kita Bisa Tidur Hanya 4 Jam tetapi Tetap Segar? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sudah Berusia 90 Tahun Tanpa Demensia Bukan Berarti Sudah Bebas Risiko, Studi Ungkap Faktornya


Perlukah Anak Mengikuti Baby Class? Kapan Usia Ideal Anak Mulai Sekolah?