Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Astuti (Liputan6.com)
Dream - Astuti kembali menjadi primadona dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Meski fisiknya terlihat jompo, tenaganya masih luar biasa.
Jangan bayangkan Astuti adalah nama seseorang. Karena Astuti adalan singkatan dari "Astrea Tujuh Tiga" motor pabrikan Honda yang digunakan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk mengevakuasi jemaah haji yang kelelahan.
"Prioritas kami adalah jemaah haji yang lansia, sakit, atau memang kondisinya kelelahan," ujar anggota tim transportasi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Muhammad Rofik Hidayat, dikutip dari Liputan6.com.
PPIH menyiagakan beberapa unit Astuti di Mina. Tepatnya di dekat terowongan Moashem, depan Maktab 55.
Di pos tersebut ada delapan tim transportasi yang bersiaga selama 24 jam. Sebagian dari mereka mendapat tugas sebagai driver Astuti.
Rofik mengatakan Astuti sangat dibutuhkan, terutama untuk evakuasi jemaah haji sakit, kelelahan, tersesat maupun lanjut usia. Utamanya selama prosesi Mina berlangsung.
Layanan Astuti paling banyak dipakai di hari pertama prosesi Mina. Rata-rata jemaah yang menggunakan layanan ini adalah mereka yang kebingungan atau tersesat dalam perjalanan dari maktab untuk melempar jumroh di Jamarat maupun sebaliknya.
Ini terjadi karena kebanyakan jemaah baru pertama kali berada di Mina sehingga tidak mengenal daerah tersebut. Tidak sedikit pula dari mereka yang kesulitan kembali ke tendanya karena sebagian besar bentuk dan warnanya sama.
PPIH menyiagakan Astuti sebagai alat transportasi untuk jemaah. Meski begitu, tetap ada prioritas jemaah yang bisa diantar mengingat sepeda motor ini hanya tersedia beberapa unit.
Selain itu, juga karena jumlah sumber daya manusia serta luang lingkup operasional yang terbatas. Tepatnya hanya untuk area maktab Indonesia.
"Maktab terjauh dari sini (pos Astuti) sekitar 2,5 kilometer di Mina Jadid," kata Rofik.
Meski disebut Astrea, motor ini sebenarnya adalah Super Cub 90. Nama 'Tujuh Tiga' merujuk pada tahun pembuatan motor tersebut.
"Motor ini dioperasikan sejak 1980-an," kata Rofik.
Meski begitu, WNI yang sudah bermukim di Madinah selama 18 tahun ini mengaku tidak mengetahui kapan persisnya Astuti dipakai PPIH Indonesia di Mina. Pun dengan sejarah masuknya motor itu ke Arab Saudi.
"Waktu itu pengiriman ke Arab Saudi mungkin masih bebas, tidak seperti sekarang," kata dia.
Ada tujuh unit Astuti yang disiagakan selama prosesi Mina. Tetapi, hanya 3-4 unit saja yang terpakai dan sisanya dikandangkan sebagai cadangan.
Pembatasan dilakukan karena polisi Saudi kerap melarang operasional Astuti. Padahal, motor ini sebenarnya sudah mengantongi tasreh atau surat izin.
"Tahun lalu sempat digaruk oleh polisi. Jadi kita menggunakan cadangan di gudang," kata dia.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

