Noor Inayat, Muslimah Pahlawan Inggris

Reporter : Eko Huda S
Sabtu, 14 Juni 2014 11:02
Noor Inayat, Muslimah Pahlawan Inggris
Dia dieksekusi oleh pasukan Nazi pada 13 Desember 1944 dengan cara ditembak pada bagian kepala. Kata-kata terakhirnya adalah: Merdeka!

Dream - Kisah kepahlawanan muslimah Inggris, Noor Inayat Khan, diangkat dalam sebuah film. Pengabdian lima tahun Noor kepada Inggris dalam Perang Dunia II diceritakan dalam film berdurasi enam puluh menit.

Dikutip Dream.co.id dari laman Al Arabiyya, Sabtu 14 Juni 2014, film berjudul " Enemy of the Reich: The Noor Inayet Khan Story” itu dibuat oleh sineas Amerika Serikat, Alex Kronemer dan Michael Wolfe. Saat ini, film itu telah siap masuk ke bioskop-bioskop Negeri Paman Sam.

Noor Inayat Khan lahir di Moskow pada tanggal 2 Januari 1914. Dia adalah putri dari ulama Sufi keturunan India yang terlenal, Hazrat Inayat Khan. Tokoh spiritual Islam kondang yang membentuk kelompok Sufi di London. Keluarga ini pindah ke London setelah pecah Perang Dunia I.

Noor masuk dalam angkatan perang Inggris, Women's Auxiliary Air Force (WAAF), pada 19 November 1940. Dia menjadi mata-mata. Karena pernah dibesarkan di lingkungan Prancis, Noor kemudian ditugaskan ke Prancis utara yang tengah diserbu pasukan Nazi Jerman. Dia dikirim pada 16 Juni 1943 dan bergabung dengan jaringan dokter bawah tanah dengan kode Prosper.

 

 Noor Inayat, Muslimah Pahlawan Inggris© Wikipedia

Noor Inayat Khan: Sumber foto: Wikipedia

Setelah enam minggu, semua dokter operator radio ditangkap pasukan Nazi, kecuali Noor. Untuk keselamatannya, pejabat Prancis meminta Noor kembali ke Inggris. Namun dia menolak. Noor tetap memasok kabar kawat ke Inggris lewat radio. Sejak itulah Noor menjadi perempuan yang paling dicari di Paris.

Jerman menggunakan agen ganda bernama Henri Dericourt atau Renee Garry untuk menjebak Noor. Dengan bayaran 100.000 francs, dan ditambah dendam pribadi karena pria idamannya lebih memilih Noor, Ranee mau melaksanakan tugas itu. Noor pun dibekuk pada 13 Oktober 1943 dan diinterogasi selama berbulan-bulan di markas Gestapo di Paris.

Noor dan dua agen perempuan lainnya sempat kabur pada 25 November 1943. Namun kemudian ditangkap lagi. Dia kemudian dieksekusi oleh pasukan Nazi pada 13 Desember 1944 dengan cara ditembak pada bagian kepala. Kata-kata terakhirnya adalah: Merdeka!

Untuk keberaniannya, pada tahun 1949 pemerintah Inggris mengaugerahinya dengan penghargaan George Cross, sebuah penghargaan untuk pahlawan di negeri Ratu Elizabeth itu. Baru-baru ini, Perdana Menteri Inggris David Cameron memuji Noor untuk keberanian dan inspirasi pengorbanan dirinya. (Ism)

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair