Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasujudan Sunan Bonang (wikipedia)
Dream - Pasujudan Sunan Bonang. Salah satu petilasan penyebar Islam di pantai utara Jawa itu selalu ramai dikunjungi para peziarah. Letaknya di atas bukit yang di tepi Pantai Binangun. Situs ini berjarak 17 kilometer dari Kota Rembang, Jawa Tengah. Tepatnya di Desa Bonang, Kecamatan Lasem.
Untuk mencapai petilasan itu, para pengunjung harus berjalan naik ke bukit yang lumayan tinggi. Pengunjung harus menapaki undak-undakan yang berjumlah ratusan. Jika sudah sampai di puncak, barulah pengunjung akan menemui petilasan itu.
Pasujudan Sunan Bonang itu berupa batu andesit berpermukaan datar. Ada empat batu. Sekarang semuanya ditempatkan di dalam ruangan di sebuah musala. Dari empat batu itu, salah satunya berukuran besar. Batu terbesar itulah yang dipercaya sebagai pasujudan Sunang Bonang. Yaitu alas Sunan Bonang salat.
Belum ada penelitian ilmiah soal batu ini. Namun cerita yang berkembang di masyarakat menyebut batu itu sebagai tempat Sunan Bonang salat saat memancing di pantai. Menurut cerita, keempat batu tersebut mulanya berada di lereng bukit. Kemudian dibawa ke atas dan dibuatkan cungkup. Namun tak jelas mulai kapan cungkup itu dibuat.
Sunan bonang merupakan tokoh penyebar Islam di pantai utara Jawa yang cukup unik. Putra Sunan Ampel dengan Nyi Ageng Manila ini punya jiwa seni yang sangat tinggi. Soal gamelan misalnya, Sunan Bonang menambahkan satu elemen instrumen yang akhirnya diberi nama bonang.
Ulama yang menuntut ilmu di Pasai ini juga lihai mendalang. Memainkan wayang di hadapan penonton. Kesenian inilah yang menjadi salah satu sarana efektif menyebarkan Islam. Sebab, kala itu kesenian ini memang digandrungi masyarakat.
Melalui cerita wayang itu, Sunan Bonang menyisipkan ajaran-ajaran Islam. Dia mengubah lakon dan memasukkan tafsir-tafsir khas Islam dalam cerita Pandawa dan Kurawa yang menjadi lakon utama pewayangan.
Sunan yang lahir pada tahun 1465 ini juga pintar menciptakan tembang. Salah satu yang terkenal adalah tembang " Tombo Ati" . Tembang itu masih langgeng hingga kini. Dan bahkan dinyanyikan dalam berbagai versi.
Sunan Bonang diyakini wafat pada usia enam puluh tahun. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa Sunan Bonang tidak menikah hingga akhir hayatnya.
Kini, ada empat lokasi yang diyakini sebagai makam Sunan Bonang. Selain di bukit ini, ada tiga makam lain yang juga diyakini menjadi pusaranya. Pertama di belakang Masjid Agung Tuban. Kemudian di Tambak Kramat, Pulau Bawean. Selain itu di Singkal di tepi Sungai Brantas di Kediri.
Perbedaan ini disebabkan karena sejak awal tidak terbedakan antara makam dan petilasan atau tempat sang wali tinggal maupun mengajar. Di antara keempat tempat itu, yang paling banyak dikunjungi adalah makam di belakang Masjid Agung Tuban. (Dari berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya