Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Pulau Kei (Sumber: Www.triptrus.com)
Dream - Meletusnya Gunung Barujari, yang berada dalam kaldera Gunung Rinjani menyebabkan sejumlah penerbangan di Bali dan Lombok ditutup sementara. Sehingga mempengaruhi denyut pariwisata di kedua tempat yang terkena imbasnya itu.
Bagi Anda yang sudah terlanjur merencanakan liburan ke Bali atau Lombok, tak perlu khawatir. Kenny Santana, Travel Blogger yang terkenal lewat akun Twitter @kartupos membagikan sejumlah tips menarik, agar waktu libur Anda tidak terbuang sia-sia.
Salah satunya dengan memberi beberapa alternatif liburan yang tak kalah seru dengan destinasi yang ada di dua tempat itu. " Kalian bisa mengunjungi kepulauan seribu, lebih murah dan banyak pulau dengan resort yang belum banyak disentuh orang," ungkapnya saat dijumpai di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta.
Selain itu, Kenny juga mengungkapkan jika tren liburan masyarakat sedang bergeser ke wisata di Indonesia bagian timur. Seperti misalnya, Sumba, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Raja Ampat yang kian populer di mata wisatawan mancanegara.
Bahkan Kenny mengungkapkan, harga tiket pesawat ke Indonesia timur tidak semuanya mahal. Ia menilai sejumlah penerbangan ke daerah yang jarang dikunjungi jauh lebih murah di banding tiket ke Bali.
" Saya pernah liburan ke Maluku saat lebaran dapat tiket cuma seharga 2,2 juta. Saya menikmati pantai Kei yang lebih dekat dengan Australia daripada Jakarta dan itu indah banget tanpa banyak orang yang tahu," imbuh Kenny pada Kamis, 5 November 2015. (Ism)