Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
ASEAN Foundation Cetak 550 Ribu Pasukan Pembasmi Penipuan Online
DREAM.CO.ID - ASEAN Foundation, sebuah organisasi yang lahir untuk membangun Komunitas ASEAN mendapat pendanaan dari Google.org sebesar USD5 juta atau sekitar Rp82,176 miliar (kurs Rp16.435 per dollar AS) untuk memperkuat ketahanan komunitas terhadap tindak penipuan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ASEAN Foundation mengumumkan sebuah inisiatif regional baru dalam ajang Global Anti Scam Summit (GASS) Asia 2025 di Singapura, dengan dukungan dana Google.org.
Pengumuman ini sejalan dengan prioritas ASEAN 2025 di bawah kepemimpinan Malaysia yang menekankan ketahanan digital regional. Program tersebut melibatkan mitra lokal di sepuluh negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia, serta Timor Leste.
“ Melalui program ini, kami ingin memberdayakan komunitas di seluruh ASEAN, termasuk Indonesia, dan Timor Leste dengan pengetahuan, keterampilan, dan rasa percaya diri untuk menghadapi para pelaku penipuan. Bagi kami, inisiatif ini bukan sekadar pencegahan, melainkan upaya untuk melindungi masyarakat dan menjaga kepercayaan di era digital, ujar Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam, dalam siaran pers, dikutip Kamis, 4 September 2025.

Program ini menargetkan lebih dari 3 juta orang di seluruh kawasan ASEAN agar memiliki akses ke berbagai sumber pencegahan penipuan, termasuk “ Be Scam Ready” sebuah permainan edukatif yang dikembangkan oleh Google untuk melatih keterampilan dalam mendeteksi tindak penipuan secara kritis melalui teori inokulasi.
Sebagai inti dari upaya ini, akan ada pelatihan intensif bagi 550.000 individu yang difasilitasi oleh 2.000 pelatih utama. Pelatihan ini ditujukan untuk menggerakkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda, orang tua, hingga pendidik dan lansia yang semuanya memegang peran penting sebagai garis pertahanan pertama melawan tindak penipuan daring.
“ Dengan melibatkan pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat sipil, inisiatif ini akan memberdayakan komunitas, memperkuat ketahanan digital jangka panjang, sekaligus menciptakan ruang daring yang lebih aman dan terpercaya bagi jutaan orang di kawasan ini,” ujar Wakil Presiden, Government Affairs & Public Policy, Google Asia Pacific, Wilson White.
Dengan proyeksi ekonomi digital Asia Tenggara yang diperkirakan mencapai USD1 triliun pada 2030, inisiatif ini menjadi langkah penting menuju terciptanya masa depan digital yang lebih aman dan terlindungi bagi semua.

Inisiatif ini juga selaras dengan langkah yang sudah dijalankan di Indonesia. Pemerintah terus berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat, mengajak publik lebih waspada lewat kampanye kesadaran, serta bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memblokir akun-akun penipu dan menindak pelaku kejahatan daring.
Kasus penipuan dan kejahatan daring terus meningkat di Indonesia, menjadikan negara ini salah satu yang paling terdampak di Asia Tenggara. Menurut data Indonesia Anti Scam Center (IASC), hingga 17 Agustus 2025 tercatat 225.281 kasus penipuan dengan total kerugian mencapai Rp4,6 triliun.
Modus penipuan yang paling sering ditemukan meliputi pesan phishing, platform investasi ilegal, hingga aplikasi pinjaman online tanpa izin. Kondisi ini menimbulkan ancaman serius terhadap kepercayaan publik pada layanan digital dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Adapun sebagai langkah pencegahan, IASC telah berhasil memblokir 72.145 akun serta mengembalikan dana korban sebesar Rp349,3 miliar.
Untuk diketahui, ASEAN Foundation merupakan organisasi yang lahir dari dan untuk masyarakat ASEAN. Yayasan ini ada karena satu visi yaitu membangun Komunitas ASEAN yang bersatu dan sejahtera.
ASEAN Foundation berdiri sejak 15 Desember 1997 pada KTT Peringatan 30 Tahun ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia.
Adanya ASEAN Foundation, dilatar belakangi atas keprihatinan para pemimpin ASEAN yang menyadari bahwa masih terdapat ketimpangan kesejahteraan bersama, rendahnya kesadaran tentang ASEAN, serta minimnya interaksi antarwarga ASEAN.
Sebagai salah satu badan ASEAN, ASEAN Foundation memiliki tugas utama untuk mendukung ASEAN, khususnya dalam meningkatkan kesadaran, identitas, interaksi, dan pengembangan masyarakat ASEAN.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya