Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Mengikuti pergerakan ponsel di dunia, industri ponsel Indonesia selama 10 terakhir berkembang pesat. Berbagai model ponsel dengan jenis kamera VGA hingga berkembang dengan teknologi kecerdasan buatan AI, dihadirkan produsen ponsel.
Dalam 10 tahun terakhir, iPrice mencatat perubahan itu. Dari survei yang dibuat pasar ponsel di dunia dipegang lima produsen besar, yaitu, Samsung, Huawei, Apple, Xiaomi, dan Oppo.
" Laporan Internasional Data Corporation (IDC) juga menyebut bahwa persentase penguasaan pasar dunia dari produsen smartphone ini telah mencapai 69 persen," tulis iPrice dalam studi terbarunya.
Dalam catatan iPrice, produsen asal China, Vivo harus diwaspadai oleh sejumlah pabrikan besar. Pada 2018, Vivo meluncurkan sebanyak 31 model ponsel. Sementara Samsung, hanya meluncurkan 24 model baru.

Grafik produksi ponsel selama 10 tahun terakhir (Foto: iPrice)
Bahkan, merek China ini sejak 5 tahun terakhir bahkan memperluas ekspansi pasar ke Asia Tenggara, Asia Barat, dan Eropa.
Tapi, catatan itu tak merontokkan dominasi Samsung sebagai penguasa pasar ponsel. Samsung punya 643 model ponsel dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Meski begitu, catatan produksi ponsel yang dibuat Samsung menurun dalam lima tahun belakangan.
" Pada periode 2014 hingga 2018, (Samsung) hanya menciptakan 182 model. Produktivitas produsen Korea Selatan ini menyusut hingga selisih 7,72 persen dalam lima tahun belakangan," tulis iPrice.
Ponsel asal Asia, telah menjadi bagian penting dalam industri digital. Empat negara di Asia, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan China menjadi negara paling aktif merilis model ponsel.
Sementara itu, Perancis dan Finlandia masih menjadi tiang ponsel Eropa. Amerika Serikat menjadi pemain tunggal dengan tiga ponsel andalannya, Apple, Blackberry, dan Motorola.

Grafik produksi ponsel selama 10 tahun terakhir (Foto: iPrice)
Cnet, dalam ulasannya menyebut bahwa faktor jumlah tenaga kerja cukup krusial dalam produktivitas produsen ponsel. Tidak semua negara memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk melakukan kerja manufaktur seperti di industri ponsel.
Meski China masih dapat dikategorikan sebagai pencetak gawai terbanyak, Negara Tirai Bambu tersebut masih kalah unggul dibanding, Negeri Gingseng, Korea Selatan.
Samsung dan LG, berkontribusi hingga 1023 model ponsel selama 10 tahun belakangan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya